
Ilustrasi jalanan Surabaya dan pemukiman warga dilanda genangan setelah hujan deras. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat upaya pengendalian banjir. Sekitar 575 titik genangan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan segera.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, menyampaikan bahwa dari 1.015 titik genangan hasil pemetaan pada 2020, sebanyak 440 titik sudah ditangani secara bertahap.
"Memang kita sudah mitigasi sejak tahun 2020. Jadi kita petakan ada sekitar kurang lebih 1.015 titik genangan, dan sampai tahun 2025 ini sudah terselesaikan hampir 440 sekian titik, sisa 575 titik lagi," ujarnya, Jumat (10/7).
Tahun ini (2026), Pemkot Surabaya berencana melanjutkan penanganan di 120 titik genangan. Selain membangun saluran baru, pihaknya juga memprioritaskan normalisasi saluran yang sudah ada.
"Jadi untuk 2026 ini ada sekitar 120 titik yang akan kita tangani. Memang kita sudah lakukan secara bertahap, untuk nanti 2027 akan kita lakukan perencanaan di tahun 2026 ini," sambungnya.
Adi menegaskan normalisasi saluran menjadi bagian penting dalam pengendalian banjir. Menurutnya, pembangunan infrastruktur drainase tidak akan optimal apabila saluran yang telah dibangun tidak dirawat secara rutin.
Selama ini, Pemkot Surabaya bertanggung jawab mengelola sekitar 340 saluran drainase. Sementara sekitar 30 saluran primer lainnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS maupun Pemprov Jawa Timur.
"Jadi ada 30 titik saluran primer yang di luar kewenangan (Pemkot) Surabaya. Dalam artian menjadi kewenangan Kementerian PU melalui BBWS Brantas, Balai Besar Bengawan Solo ataupun melalui provinsi," terang Adi.
Oleh karena itu, penanganan banjir dan genangan di wilayah Surabaya harus dilakukan secara terpadu (terintegritas) antara pemerintah kota, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan instansi-instansi terkait.
Adi menilai pembangunan saluran di kawasan permukiman tidak akan efektif jika saluran primer di bagian hilir sebagai muara aliran air tidak ikut dinormalisasi dan dirawat secara berkelanjutan.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
