Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 13.17 WIB

Ganja 3,37 Ton di Gresik Diduga Akan Diolah Jadi Liquid Vape

Penampakan narkotika ganja 3,37 ton di kawasan pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis (2/7). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Penampakan narkotika ganja 3,37 ton di kawasan pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis (2/7). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menduga sebanyak 3,37 ton ganja yang diselundupkan ke kawasan Pergudangan Prambanan Blizland, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akan diolah menjadi liquid vape.

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan, pihaknya menduga jenis narkotika baru cannabis buds (bunga kuncup dari tanaman ganja) tidak hanya diedarkan dalam bentuk konvensional alias mentah.

"Ini juga bisa diolah menjadi liquid vape (cairan rokok elektronik). Arahnya memang ke sana. Makanya sebelum berkembang lebih besar, kami lakukan penindakan," tutur Komjen Pol Suyudi dalam konferensi pers di Gresik, Kamis (2/7).

Ia mengatakan keberhasilan kasus ini merupakan hasil dari operasi bersama antara BNN, Direktorat Bea dan Cukai, dan Polda Jawa Timur untuk memberantas peredaran narkotika di masyarakat.

Dalam operasi tersebut, petugas menyita sekitar 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid senilai sekitar Rp 4 triliun. Rinciannya, 3,35 ton diamankan di Gresik dan sekitar 22 kilogram di Purwakarta, Jawa Barat.

"Pengungkapan jaringan internasional Thailand - Malaysia - Indonesia ini hasil joint operation BNN RI bersama Bea Cukai. Kami akan mengejar (WNA) pengendali sampai ketemu dan kami bawa ke Indonesia," imbuhnya.

Ganja yang disita merupakan kuncup bunga kanabis dari tanaman ganja. Narkoba jenis ini memiliki kandungan tetrahydrocannabinol (THC) lebih tinggi dibandingkan ganja yang selama ini umum beredar di Indonesia.

"Ini bunganya (ganja). Tetrahydrocannabinol atau THC-nya lebih tinggi daripada (jenis ganja lain) yang ada di Indonesia. Kualitasnya lebih bagus yang dari Thailand," terang Suyudi.

Dalam kasus ini, BNN, Bea Cukai dan Polda Jatim mengamankan 12 orang terduga pelaku.

Sindikat ini diduga dikendalikan oleh warga Malaysia berinisial CKF alias L dan warga Tiongkok berinisial ZL alias J. Keduanya kini masuk DPO.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore