
Sejumlah pengendara sepeda motor menuntun kendaraannya karena banjir yang menggenang di Jalan Raya Ngagel, Senin (22/6). (Instagram @surabayapunyacerita)
JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya pada Senin pagi (22/6), menyebabkan sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga tergenang banjir. Ketinggian air mencapai 10 - 30 sentimeter.
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mencatat sedikitnya ada 17 titik banjir akibat hujan deras pagi ini. Lokasinya yakni di Tanjungsari, Simo Hilir, Medokan, Menur, Panjang Jiwo.
Kemudian Bandul Merisi, Jalan Lusi, Arif Rahman Hakim, Jalan Imam Bonjol, Nginden, Ngagel dan beberapa wilayah lainnya. Hal tersebut disampaikan Kabid Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita.
"Terpantau (wilayah yang dilanda banjir) daerah Tanjungsari, Simokalangan, Simohilir, Nginden, Nginden sekitarnya itu, terus Arif Rahman Hakim, ITS sama daerah Ngagel," ujarnya kepada awak media, Senin (22/6).
Adi mengatakan bahwa banjir di Surabaya pagi ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sejak subuh. Kondisi tersebut diperparah faktor pasang air laut juga turut memengaruhi peningkatan debit air.
"Pada waktu pasang air laut, kita nggak bisa mompa ke laut ya. Jadi, kaya di Kali Greges, Jalan Asem Rowo itu sudah peres (penuh atau menggenang). Jadi, kita nggak bisa mompa optimal ke laut," imbuhnya.
Situasi serupa juga terjadi di wilayah Ngagel, Kalisumo, dan sekitar Jagir. Saat air laut pasang, petugas harus menunggu surut terlebih dahulu agar proses pemompaan ke laut dapat kembali dilakukan.
"Untuk wilayah Tanjung Sari tadi terlihat lumayan ya genangannya. (Ketinggian air) Hampir satu ban mobil, lah. Terus habis itu daerah Nginden sama ngagel (juga banjirnya cukup parah)," terang Adi.
Sebagai tindak lanjut, DSDABM Surabaya melakukan upaya penanganan banjir, seperti mengidentifikasi kemungkinan sumbatan pada saluran air, sebab terdapat aktivitas proyek pembangunan yang sedang berlangsung.
"Tahun 2026 ini ada penanganan di daerah Tanjungsari, Tambak Mayor, lalu di Nginden ada pembangunan rumah pompa Betani juga. Proyek-proyek ini untuk menyelesaikan genangan di daerah terkait," pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
