Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juni 2026 | 03.20 WIB

Keluarga Bongkar Sifat Suami yang Bunuh Bidan di Situbondo: Orangnya Cemburuan dan Posesif

Seorang bidan di Situbondo, Jatim dibunuh suaminya sendiri. Polisi mengamankan pelaku. (Dokumentasi Polres Situbondo) - Image

Seorang bidan di Situbondo, Jatim dibunuh suaminya sendiri. Polisi mengamankan pelaku. (Dokumentasi Polres Situbondo)

JawaPos.com - Kematian tragis seorang bidan RSUD Besuki di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur bernama Murtafia Rafika Devi, 34 tahun, menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Apalagi, pelaku bukan lah orang asing, melainkan suaminya sendiri, Ahmad Rizky Hidayaturrahman, 32 tahun. Jenazah korban ditemukan di saluran drainase di Kecamatan Banyuglugur pada Sabtu malam (6/6).

Adik korban, Hariza Dinina Belinda Putri Alda Dinova, 20 tahun, masih tak percaya kakaknya harus pergi karena dibunuh suaminya sendiri. Menurutnya, sang kakak adalah perempuan yang berbakti kepada suaminya.

“Kakak saya dari dulu selalu mengalah. Suaminya sering memperlakukan kakak saya tidak baik, sering membentak dan cemburuan,” tutur perempuan yang disapa Abel ini, dikutip dari Jawa Pos Radar Situbondo, Senin (7/6).

Sejak menikah dan tinggal bersama mertua di Dusun Kauman, Desa Besuki sejak 2018, Abel menyebut hidup kakaknya seperti dikungkung. Bertandang ke rumah orang tua saja dilarang oleh keluarga suami.

“Kakak saya sejak tinggal dengan suaminya di Besuki, 2018 seinget saya, itu ke rumah orang tua sudah sangat jarang. Paling pas Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Iduladha saja datang,” imbuhnya dengan nada lirih.

Sekitar dua bulan sebelum peristiwa tragis itu, lanjut Abel, Devi memutuskan berpisah tempat tinggal dengan suaminya. Ia kembali ke Desa Blitok dan tinggal dekat orang tuanya demi menjalani hidup tenang bersama ketiga putrinya.

“Kakak saya punya 3 anak, anak pertama umur 10 tahun tinggal sama kekek neneknya, di Blitok sejak korban bercerai dengan suami pertama. Dua anak lainnya, lima tahun dan tiga tahun, ikut orang tua tersangka di Besuki,” ujar Abel.

Bagi keluarga, kepergian almarhumah menyisakan duka yang mendalam. Sosoknya yang dikenal sabar tersebut justru meregang nyawa secara tragis di tangan suami yang pernah berjanji menjaga dan melindunginya.

“Kakak saya tidak pernah melawan (suaminya). Tetapi kenapa akhirnya harus seperti ini (meninggal di tangan suaminya),” tutur Abel dengan nada lirih, sambil mengusap air mata di pipi.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore