Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2026 | 06.18 WIB

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok, Salah Satu Pelaku Disebut Teman Sekolah Korban

Kediaman rumah korban, remaja 19 tahun di Surabaya yang tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan temannya, Minggu (7/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Kediaman rumah korban, remaja 19 tahun di Surabaya yang tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan temannya, Minggu (7/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nyawa seorang remaja berusia 19 tahun di Surabaya, Thomas Julianus Kristianto, tak tertolong setelah diduga menjadi korban pengeroyokan. Pemicunya sepele: gara-gara perselisihan ganti rugi sandal merek Crocs. 

Kasus ini menyita perhatian warga Kota Pahlawan. Fakta baru terungkap bahwa salah satu pelaku merupakan teman main sejak kecil, bahkan pernah satu sekolah dengan korban di jenjang Sekolah Dasar (SD). 

"Dari foto yang saya dapat, salah satu pelaku itu sering main sama saya dengan almarhum. Kelihatannya ada yang satu SD sama dia (korban)," ujar sahabat kecil korban berinisial FAP kepada JawaPos.com, Minggu (7/6). 

Salah satu pelaku yang dimaksud berinisal C. Ketika ditanya apakah jumlah pelaku yang mengeroyok korban sebanyak 7 orang, remaja berusia 17 tahun tersebut mengaku tak mengetahui dan enggan berspekulasi. 

"Kalau 7 pelaku, saya kurang paham. Soalnya saya gak di TKP. Saat itu saya di sekolah ikut ekstrakurikuler. Saya juga beda sekolah sama almarhum," imbuh laki-laki bertubuh tinggi tersebut. 

Di sisi lain, kakak kandung korban, Hana Novia Kristiani menceritakan tragedi yang membuat nyawa adiknya meregang berawal dari perseteruan antara korban dengan salah satu pelaku sejak pertengahan Mei 2026.

Perselisihan terjadi karena korban memakai sandal Crocs yang diduga milik terduga pelaku di rumah temannya. Sandal tersebut kemudian hilang dan pelaku meminta korban menggantinya dengan sandal baru.

"Lalu adik saya info ke saya bahwa si pelaku meminta ganti rugi. Saya sudah kasih uang ke untuk ganti rugi dan adik saya sudah mengganti dengan sandal baru. Jadi saya menganggap tidak ada utang piutang," ujar Hana. 

Alih-alih selesai dan damai, pelaku protes karena sandal pengganti tidak sebanding dengan sandal yang hilang. Menurut pelaku, sandal miliknya bernilai sekitar Rp 1,5 juta, sedangkan pengganti hanya Rp 200 - 300 ribu.

Perempuan 32 tahun tersebut menuturkan bahwa adiknya sudah beitikad baik dengan membelikan sandal pengganti. Namun, pelaku menolak karena menganggap nilai sandal baru tidak sebanding dengan sandal yang hilang.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore