Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 April 2026 | 00.25 WIB

Melakukan 7 Hal Ini Saat Terjadi Perselisihan? Anda Lebih Dewasa Secara Emosional daripada Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

seseorang yang lebih dewasa secara emosional./Freepik/user25451090 - Image

seseorang yang lebih dewasa secara emosional./Freepik/user25451090

JawaPos.com - Perselisihan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Entah itu dengan pasangan, teman, keluarga, atau rekan kerja, konflik akan selalu muncul dalam berbagai bentuk. Namun, yang membedakan seseorang bukanlah apakah ia pernah mengalami konflik, melainkan bagaimana ia meresponsnya.

Dalam psikologi, kedewasaan emosional bukan berarti tidak pernah marah atau tersinggung, melainkan kemampuan untuk mengelola emosi dengan bijak, memahami perspektif orang lain, dan tetap bertindak secara konstruktif di tengah ketegangan.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (4/4), jika Anda melakukan tujuh hal berikut saat menghadapi perselisihan, besar kemungkinan Anda memiliki tingkat kedewasaan emosional yang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan orang.

1. Anda Tidak Bereaksi Secara Impulsif

Saat konflik terjadi, reaksi pertama sering kali muncul dari emosi mentah—marah, tersinggung, atau defensif. Namun, orang yang matang secara emosional mampu menahan dorongan untuk langsung bereaksi.

Alih-alih membalas dengan nada tinggi atau kata-kata tajam, Anda memberi jeda. Anda berpikir sebelum berbicara. Anda menyadari bahwa respons impulsif sering kali memperburuk keadaan, bukan menyelesaikannya.

Kemampuan untuk “menekan tombol pause” ini adalah tanda kontrol diri yang kuat—salah satu pilar utama kecerdasan emosional.

2. Anda Mau Mendengarkan, Bukan Hanya Menunggu Giliran Bicara

Banyak orang menganggap mereka mendengarkan, padahal sebenarnya mereka hanya menunggu kesempatan untuk membalas. Kedewasaan emosional terlihat dari kemampuan untuk benar-benar mendengar—tanpa memotong, tanpa langsung menghakimi.

Anda mencoba memahami, bukan sekadar menjawab. Anda mendengarkan tidak hanya kata-kata, tetapi juga emosi di baliknya. Ini menunjukkan empati, yaitu kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain.

Dan sering kali, hanya dengan merasa didengar, konflik sudah setengah terselesaikan.

3. Anda Tidak Selalu Harus Menang

Dalam banyak konflik, orang terjebak dalam pola “siapa yang benar, siapa yang salah.” Namun, orang yang dewasa secara emosional memahami bahwa hubungan lebih penting daripada kemenangan ego.

Anda tidak merasa harus selalu membuktikan diri benar. Anda bersedia mengakui bahwa mungkin Anda juga memiliki bagian dalam masalah tersebut. Bahkan jika Anda benar, Anda tidak merasa perlu “menghancurkan” pihak lain untuk membuktikannya.

Karena bagi Anda, tujuan utama adalah solusi, bukan kemenangan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore