
Kediaman rumah korban, remaja 19 tahun di Surabaya yang tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan temannya, Minggu (7/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nyawa seorang remaja berusia 19 tahun di Surabaya, Thomas Julianus Kristianto, tak tertolong setelah diduga menjadi korban pengeroyokan. Pemicunya sepele: gara-gara perselisihan ganti rugi sandal merek Crocs.
Kasus ini menyita perhatian warga Kota Pahlawan. Fakta baru terungkap bahwa salah satu pelaku merupakan teman main sejak kecil, bahkan pernah satu sekolah dengan korban di jenjang Sekolah Dasar (SD).
"Dari foto yang saya dapat, salah satu pelaku itu sering main sama saya dengan almarhum. Kelihatannya ada yang satu SD sama dia (korban)," ujar sahabat kecil korban berinisial FAP kepada JawaPos.com, Minggu (7/6).
Salah satu pelaku yang dimaksud berinisal C. Ketika ditanya apakah jumlah pelaku yang mengeroyok korban sebanyak 7 orang, remaja berusia 17 tahun tersebut mengaku tak mengetahui dan enggan berspekulasi.
"Kalau 7 pelaku, saya kurang paham. Soalnya saya gak di TKP. Saat itu saya di sekolah ikut ekstrakurikuler. Saya juga beda sekolah sama almarhum," imbuh laki-laki bertubuh tinggi tersebut.
Di sisi lain, kakak kandung korban, Hana Novia Kristiani menceritakan tragedi yang membuat nyawa adiknya meregang berawal dari perseteruan antara korban dengan salah satu pelaku sejak pertengahan Mei 2026.
Perselisihan terjadi karena korban memakai sandal Crocs yang diduga milik terduga pelaku di rumah temannya. Sandal tersebut kemudian hilang dan pelaku meminta korban menggantinya dengan sandal baru.
"Lalu adik saya info ke saya bahwa si pelaku meminta ganti rugi. Saya sudah kasih uang ke untuk ganti rugi dan adik saya sudah mengganti dengan sandal baru. Jadi saya menganggap tidak ada utang piutang," ujar Hana.
Alih-alih selesai dan damai, pelaku protes karena sandal pengganti tidak sebanding dengan sandal yang hilang. Menurut pelaku, sandal miliknya bernilai sekitar Rp 1,5 juta, sedangkan pengganti hanya Rp 200 - 300 ribu.
Perempuan 32 tahun tersebut menuturkan bahwa adiknya sudah beitikad baik dengan membelikan sandal pengganti. Namun, pelaku menolak karena menganggap nilai sandal baru tidak sebanding dengan sandal yang hilang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022