Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 06.56 WIB

Dulu Protes, kini Bersyukur Pelanggan Tak Lari Meski RPH Direlokasi ke Tambak Osowilangun

Dirut RPH menyebut permintaan jasa potong kurban di RPH Surabaya teta0 ramai saat Iduladha 2026, meskipun beberapa waktu lalu sempat diwarnai protes soal relokasi. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Dirut RPH menyebut permintaan jasa potong kurban di RPH Surabaya teta0 ramai saat Iduladha 2026, meskipun beberapa waktu lalu sempat diwarnai protes soal relokasi. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Rencana Pemkot Surabaya merelokasi Rumah Potong Hewan (RPH) dari kawasan Pegirian menuju Tambak Osowilangun, sempat menuai protes dari pedagang daging dan tukang jagal pada awal tahun 2026.

Namun, protes tersebut ternyata tidak berdampak signifikan terhadap permintaan jasa potong hewan kurban di RPH selama Hari Raya Idul Adha 2026. Masyarakat tetap berbondong-bondong menyembelih kurban di sana. 

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho mengatakan relokasi tetap dilakukan sesuai rencana, yakni setelah Hari Raya Iduladha. Proses pemindahan aktivitas pemotongan sapi dilakukan mulai 1 Juni 2026.

“Kenapa menunggu setelah Idul Adha, karena di Tambak Osowilangun masih ada beberapa sarana prasarana yang harus diselesaikan. Alhamdulillah ada waktu sampai dengan akhir Mei ini,“ ujarnya, Rabu (27/5). 

Fajar tak menampik bahwa rencana relokasi sempat mendapat penolakan keras dari para pedagang dan jagal. Namun hal tersebut tidak berpengaruh pada jumlah pelanggan yang memakai jasa potong kurban di RPH.

“Jadi, sebenarnya perpindahan TPA saya bersyukur karena pelanggan-pelanggan tetap kami tidak pindah atau tidak lari, tapi tetap menyesuaikan dengan lokasi RPH yang baru di Tambak Osowiangun,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan selama libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026, RPH Sudabaya telah menerima permintaan jasa sembelih dan potong hewan kurban sapi sebanyak 180 ekor. 

"70 ekor sapi disembelih di RPH Surabaya hari ini, Rabu (27/5). Besok Kamis (28/5) 68 ekor, Jumat (29/5) 35 ekor, dan Sabtu (30/5) 7 ekor. Artinya tetap ramai (yang mau potong kurban di RPH)," terang Fajar.

Pada Idul Adha tahun ini, RPH Surabaya tidak menjual hewan kurban. Perusahaan hanya menyediakan layanan pemotongan, pengemasan, hingga pengiriman dengan tarif Rp 2,8 juta per ekor sapi.

Selain itu, tersedia pula layanan potong dan lepas tulang dengan biaya Rp 2 juta. Skema tersebut memungkinkan panitia kurban tetap melakukan pencacahan, penimbangan, serta pengemasan daging secara mandiri.

Fajar memastikan proses penyembelihan di RPH Surabaya menerapkan tiga prinsip utama, yakni memastikan hewan sehat, penyembelihan sesuai syariat, serta menjamin keamanan daging sebelum dikonsumsi masyarakat.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore