
Ilustrasi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menerapkan sistem kerja yang fleksibel, yakni Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat dalam sepekan.
Kebijakan ini tertuang dalam SE Nomor 57 Tahun 2026 sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri untuk mendorong percepatan perubahan budaya kerja birokrasi yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi hasil.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan ASN Pemkot Surabaya kini wajib WFH setiap Jumat. Kebijakan ini tak sekadar teknis, tetapi mendorong perubahan pola kerja menuju sistem yang lebih modern, terukur, dan berbasis kinerja.
“Transformasi ini bukan hanya soal lokasi kerja, tetapi bagaimana kinerja ASN benar-benar berbasis output dan outcome, serta tetap menjaga kualitas layanan publik,” ucap Eri di Surabaya, Kamis (9/4).
Meski WFH dan tak berhenti di kantor, fleksibilitas kerja harus diimbangi dengan akuntabilitas. ASN tetap diwajibkan memenuhi target kinerja, menjaga disiplin, serta aktif merespons arahan pimpinan selama jam kerja.
“Bahkan, selama Work From Home, saya minta pegawai melakukan presensi digital tiga kali dalam sehari dan melaporkan aktivitas kerja secara rinci melalui sistem e-performance,” sambungnya.
Eri Cahyadi berharap sistem WFH tidak mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat. Ia mendorong ASN di lingkungan Pemkot Surabaya untuk adaptif dan melakukan percepatan digitalisasi layanan pemerintahan.
Di sisi lain, kebijakan ini juga mengusung efisiensi signifikan. Berkurangnya mobilitas ASN diyakini mampu menekan konsumsi BBM, listrik, air, serta biaya operasional, terutama di tengah krisis energi global.
Selama Work From Home, kinerja pegawai akan diawasi secara ketat oleh Kepala Perangkat Daerah (PD) masing-masing. Pegawai akan diminta untuk mengikuti rapat daring dan melaporkan progres kerja.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
