
Ilustrasi layanan publik. Sebanyak 8 ribu warga Surabaya diblokir dari layanan administrasi publik karena menunggak nafkah. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Sebanyak 8.178 warga Surabaya yang menunggak nafkah anak atau mantan istri kini tak bisa mengakses layanan publik. Kebijakan ini diterapkan melalui sistem digital terhubung dengan data Pengadilan Agama.
Melalui sistem itu, setiap putusan perceraian yang telah inkrah langsung terkoneksi dengan sistem administrasi kependudukan, sehingga apabila menunggak nafkah akan berdampak pada akses layanan publik.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan bahwa sistem akan otomatis mendeteksi dan menandai warga yang belum menjalankan amar putusan pengadilan.
“Begitu ada kewajiban yang belum dipenuhi, sistem akan memberikan notifikasi. Layanan administrasi tidak dapat diproses hingga kewajiban tersebut diselesaikan,” tutur Irvan di Surabaya, Kamis (8/4).
Notifikasi muncul ketika warga mengurus dokumen kependudukan. Sistem ini mengubah kepatuhan dari sekadar imbauan menjadi kewajiban yang terpantau langsung melalui layanan publik terintegrasi.
Irvan menegaskan, pembatasan hanya berlaku bagi putusan yang telah inkrah. “Jika kewajiban sudah dipenuhi dan ada konfirmasi dari Pengadilan Agama, sistem akan terbuka kembali secara otomatis,” imbuhnya.
Pemkot Surabaya rutin memperbarui data agar kebijakan pembatasan layanan publik tetap akurat dan minim kesalahan, memastikan warga yang menunggak nafkah tercatat dengan tepat dalam sistem digital terintegrasi.
Sistem ini mengubah pengawasan kewajiban pascaperceraian dari metode pasif menjadi aktif, berbasis data, sehingga setiap tunggakan nafkah langsung berdampak pada akses layanan administrasi publik warga.
“Setiap ada laporan dari Pengadilan Agama, sistem kami akan menyesuaikan. Status pembatasan layanan bersifat sementara dan akan dicabut setelah kewajiban nafkah diselesaikan,” pungkas Irvan.
Untuk transparansi, masyarakat bisa mengecek status layanan administrasi kependudukan secara mandiri melalui laman resmi Pemkot. Warga dapat memastikan apakah layanan mereka aktif atau sedang dibatasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022