
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, buka suara soal harga komoditas plastik yang melonjak. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyoroti nasib pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang terdampak lonjakan harga komoditas plastik hingga 60 persen.
Fenomena ini dipicu konflik di Timur Tengah hingga penutupan selat Hormuz yang mengganggu distribusi global. Terlebih, plastik banyak dimanfaatkan sebagai kemasan makanan dan minuman yang ekonomis.
"Kita tahu bahwa plastik ini memang harganya naik karena kondisi bahan baki dan rantai pasok globalisasi memang demikian. (Pertanyaannya) ada nggak ruang adaptasi dari pelaku UMKM untuk mengatasi ini?" ucapnya, Rabu (8/4).
Emil menyebut Pemprov Jatim sejatinya telah lama menggalakkan gaya hidup ramah lingkungan, dengan mengurangi plastik sekali pakai dan mendorong penggunaan tas belanja guna menekan limbah serta pencemaran.
"Jangan pakai kresek, itu kan sudah mulai dibudayakan dari dulu. Tetapi kalau jual es cekek, itu kan memang harus ada plastiknya, nah kita akan data betul mana UMKM yang bisa menyesuaikan dan nggak bisa," imbuhnya.
"Nah yang nggak bisa ini kan, nggak sekedar kita semangat, kita sama-sama pikirin solusinya. Tetapi saya kan nggak bisa asal ngomong kalau nggak punya data, nanti kita kategorisasi dulu, ya," tegas Emil Dardak.
Mantan Bupati Trenggalek itu menilai pedagang pasar tradisional selama ini sangat bergantung pada plastik, terutama untuk membungkus dan mengemas barang dagangan agar lebih praktis saat dijual kepada pembeli.
Ia mengajak masyarakat memahami situasi saat ini dengan mulai membawa tas belanja sendiri, sehingga penggunaan plastik dari pedagang bisa dikurangi meski tetap ada tambahan biaya jika diperlukan.
"Untuk sementara kita dorong agar mereka bawa tas belanjaan, sehingga kalau memang dia harus pakai plastik dari pedagangnya, ya tambah dikit lah untuk biaya plastiknya. Sekarang di supermarket kan begitu," ucapnya.
Meski demikian, Emil menyadari bahwa kebijakan tersebut belum optimal untuk diterapkan di pasar tradisional. Sebab kebiasaan penggunaan plastik masih tinggi dan membutuhkan proses yang tidak instan.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
