
Fakta baru kasus pesta sesama jenis bertajuk "Siwalan Party" di salah satu hotel kawasan Ngagel, Surabaya, terungkap dalam sidang lanjutan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat (13/3). (istimewa)
JawaPos.com - Fakta baru kasus pesta sesama jenis bertajuk "Siwalan Party" di salah satu hotel kawasan Ngagel, Surabaya, terungkap dalam sidang lanjutan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat (13/3).
Kuasa hukum terdakwa dari LBH Surabaya, M. Ramli Himawan, menyebut dalam sidang hari ini, saksi mengklaim bahwa saat penggerebekan pada 19 Oktober 2025, para terdakwa masih mengenakan busana lengkap.
Namun, pihak kepolisian memberikan instruksi agar para peserta Siwalan Party melepas pakaian. Kondisi telanjang para peserta kemudian didokumentasikan hingga videonya viral di media sosial.
"Padahal faktanya, peserta masih mengenakan pakaian saat penggerebekan. Namun mereka diinstruksikan untuk membuka pakaian, dan kemudian didokumentasikan hingga viral," ucap Ramli seusai sidang, Jumat (13/3).
Sebagai informasi, sidang kasus pesta sesama jenis Siwalan Party digelar tertutup di Ruang Sidang Cakra, PN Surabaya. Hari ini, persidangan dengan nomor perkara 118/Pid.B/2026/PN Sby itu membawa agenda pembuktian lanjutan JPU.
Ramli menjelaskan agenda sidang kali ini terbagi dalam dua bagian. Pertama, pemeriksaan saksi a de charge yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan disebut memiliki peran sebagai pihak pendana.
Kedua, pemeriksaan saksi mahkota dari para terdakwa sendiri. Mereka dimintai keterangan terkait peristiwa yang terjadi di kamar 1601 dan 1602 Hotel Midtown Residence di kawasan Ngagel, Surabaya.
Ramli menilai kasus pesta sesama jenis tersebut tidak semestinya dibawa ke persidangan karena dinilai tidak memiliki dasar norma yang jelas. Akibatnya, muncul perluasan tafsir pasal, seperti pornografi hingga ITE, padahal terjadi di ruang privat.
"Semoga Majelis Hakim tidak ikut sistem dan penalaran yang keliru, semoga mereka memperhatikan bahwa ruang privat ini tidak bisa diakses sembarang orang, baik itu masyarakat umum atau kepolisian yang mengatasnamakan otoritas. Itu jelas melanggar," pungkas Ramli.
Kronologi Singkat

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
