Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Maret 2026, 03.40 WIB

Insiden Pekerja Gondola Apartemen Surabaya Tewas Diselidiki Polisi, Waterplace Residence Janji Kooperatif

Satreskrim Polrestabes Surabaya usut kematian pekerja gondola di Waterplace Residence. Manajemen berjanji kooperatif. (istimewa) - Image

Satreskrim Polrestabes Surabaya usut kematian pekerja gondola di Waterplace Residence. Manajemen berjanji kooperatif. (istimewa)

JawaPos.com - Satreskrim Polrestabes Surabaya menyelidiki insiden meninggalnya seorang petugas pembersih kaca gedung di Tower B Apartemen Waterplace Residence Surabaya, Senin sore (2/3).

Dikonfirmasi terpisah oleh JawaPos.com, pelaksana tugas (Plt) Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto membenarkan bahwa Satreskrim Polrestabes tengah melakukan penyidikan terhadap insiden tersebut.

"Iya benar (insiden tewasnya pekerja pembersih kaca saat menggunakan gondola di Apartemen Waterplace Residence Surabaya, sedang diselidiki Satreskrim Polrestabes Surabaya)," ucapnya kepada JawaPos.com, Selasa (3/3).

Menanggapi hal tersebut, Manajemen Waterplace Residence Surabaya berjanji akan kooperatif dan siap mengikuti proses hukum atas insiden yang menewaskan seorang pekerjanya.

"Saat ini sudah ditangani Polrestabes Surabaya. Selanjutnya kami akan kooperatif mengikuti prosedur hukum yang berlaku," tutur Building Manager Water Place Residence, Melly Muryana kepada JawaPos.com, Selasa (3/3).

Dalam kesempatan yang sama, Melly mewakili Manajemen Waterplace Residence Surabaya mengucapkan duka cita atas meninggalnya ES dalam kecelakaan kerja yang terjadi pada Senin sore kemarin.

"Pertama-tama saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudara Edy Suratno, terkait dengan peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi pada area apartemen," lanjutnya.

Ketika ditanya soal Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pembersih kaca gedung menggunakan gondola, Melly enggan menjawabnya. "Untuk yang lainnya mohon dikonfirmasi kepada pihak Polrestabes Surabaya," tegas Melly.

Kronologi singkat

Insiden bermula saat korban berinisial ES, 51 tahun, membersihkan kaca apartemen tempat ia bekerja. Nahas, hujan deras disertai angin yang melanda Surabaya sore itu membuat gondolanya macet dan terjebak di lantai 26.

Detik-detik ES dan satu orang rekannya terjebak di ketinggian saat cuaca ekstrem viral di media sosial. Dari video yang beredar, tampak seorang laki-laki bergelantungan. Tubuhnya terombang-ambing di ketinggian terbawa angin.

Bahkan beberapa kali, tubuh korban terlihat berputar dan membentur dinding kaca gedung, sementara tali pengaman yang menahannya tampak menegang. Situasi ini memicu kepanikan warga yang menyaksikan dari bawah.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Ekky Maulana Nugraha menuturkan menurut informasi, ada 2 unit gondola yang menggantung pada Senin sore.

"Untuk setiap gondola terdiri dari 2 orang pekerja. Gondola pertama berhasil turun hingga lantai dasar, sehingga dua pekerja dalam gondola tersebut berhasil selamat. Sementara gondola kedua terjebak di lantai 26," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore