Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2026 | 05.41 WIB

17 Dapur MBG di Jawa Timur Distop Sementara oleh Badan Gizi Nasional, Ada Apa?

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada akhir Februari 2026. (dok. BGN)

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada akhir Februari 2026. Dari jumlah tersebut, 17 SPPG di antaranya berada di Provinsi Jawa Timur.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan penghentian sementara dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya pengendalian mutu yang wajib diterapkan tanpa pengecualian.

Berdasarkan data Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan, di 47 SPPG tersebut ditemukan adanya menu MBG yang tidak memenuhi standar mutu dan tak layak dikonfirmasi oleh penerima manfaat.

Temuannya meliputi roti berjamur, buah busuk dan berbelatung, lauk basi, telur mentah atau busuk, hingga menu yang dinilai tidak sesuai standar kualitas. Hal ini berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kami tidak mentolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh,” tegasnya di Jakarta, baru-baru ini.

Nanik kembali menegaskan bahwa program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Oleh karenanya, pengawasan dilakukan secara ketat dan transparan.

Di Jawa Timur, dapur MBG yang dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional tersebar di sejumlah daerah seperti Nganjuk, Ngawi, Sumenep, Bojonegoro, Jember, Situbondo, Banyuwangi, hingga Madiun.

Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah dapur MBG terbanyak yang disuspend BGN, yakni 17 SPPG, disusul Provinsi Jawa Barat dengan 7 SPPG, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan 5 SPPG.

Berikut daftar 17 SPPG di Jawa Timur yang dihentikan sementara (suspend) BGN:
1. SPPG Nganjuk, Nganjuk Kawu
2. SPPG Ngawi Kedunggalar Cangkriman
3. SPPG Ngawi Ngrambe Cepoko
4. SPPG Sumenep Batang Batang Daya 2
5. SPPG Sumenep Pragaan Pakamban Laok 2
6. SPPG Sumenep Lenteng, Lenteng Timur 2
7. SPPG Sumenep Dungkek Jadung
8. SPPG Bojonegoro Kasiman
9. SPPG Bojonegoro Kepohbaru Cengkir
10. SPPG Jember Puger Mojosari
11. SPPG Jember Tempurejo Curahnongko
12. SPPG Jember Balung Balungkulon
13. SPPG Situbondo kalibagor
14. SPPG Banyuwangi Pesanggaran Sumberagung
15. SPPG Banyuwangi Giri Boyolangu
16. SPPG Banyuwangi Cluring, Cluring
18. SPPG Madiun Mejayan, Mejayan

Dalam beberapa kasus, lanjut Nanik, makanan yang terindikasi tidak layak telah ditarik sebelum dikonsumsi siswa. Namun, BGN tetap memberikan sanksi administratif terhadap SPPG terkait sebagai bentuk penegakan.

“SPPG yang disuspend dapat kembali beroperasi setelah seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi dan dinyatakan lolos verifikasi ulang. Kami ingin memastikan kualitas benar-benar terjaga sebelum layanan dibuka lagi,” pungkas Nanik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore