
Ilustrasi virus Nipah. (vietnam.vn)
JawaPos.com - Meski belum ada kasus di Indonesia, kabar munculnya virus Nipah (NiV) membuat Pemkot Surabaya bersiaga.
Virus Nipah yang awalnya muncul di India ini memunculkan kekhawatiran masyarakat negara-negara di kawasan Asia. Terlebih, tingkat fatalitas virus ini mencapai 75 persen.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini menyerang sistem pernapasan dan saraf, dengan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda.
Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Berbagai upaya antisipasi dilakukan untuk mencegah potensi penyakit menular ini.
Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina menyatakan, pihaknya terus siaga dengan memperkuat sistem surveilans penyakit di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan guna mendeteksi potensi ancaman sejak dini.
“Dinkes Surabaya terus melakukan pemantauan laporan kesehatan secara berkala, sekaligus berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” ucapnya, Kamis (5/2).
Nanik menyebut penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman tercemar, serta kontak erat antarmanusia dalam kondisi tertentu.
Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Surabaya rutin memberikan edukasi kepada masyarakat melalui fasilitas kesehatan, peran tenaga medis, hingga kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Masyarakat juga diimbau untuk menghindari konsumsi makanan yang tidak higienis serta menjauhi kontak dengan hewan liar, terutama kelelawar pemakan buah, yang diketahui menjadi reservoir alami Virus Nipah," imbuhnya.
Seluruh fasilitas kesehatan di Surabaya, lanjut Nanik, telah memiliki mekanisme kewaspadaan dini terhadap penyakit menular. Termasuk skrining gejala, pencatatan, dan pelaporan kasus sesuai sistem surveilans yang berlaku.
Oleh karena itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, gangguan pernapasan, mual, atau muntah.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, terutama apabila disertai gejala lanjutan, seperri penurunan kesadaran, kejang, atau riwayat kontak dengan hewan liar maupun orang sakit.
“Hingga saat ini, belum ada laporan atau temuan kasus terkonfirmasi Virus Nipah di Kota Surabaya. Namun pemantauan tetap dilakukan secara berkelanjutan. Kami mengajak warga untuk tetap tenang," seru Nanik.
Terkait pengawasan di perbatasan darat, laut, dan udara, Nanik menyebut hal tersebut menjadi kewenangan lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi, termasuk Kantor Kesehatan Pelabuhan serta otoritas terkait lainnya.
“Dinas Kesehatan Surabaya mendukung penuh melalui koordinasi dan kesiapsiagaan layanan kesehatan di wilayah, terutama jika ada notifikasi dari otoritas pusat," pungkas Nanik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
