
Tower BTS milik provider telekomunikasi roboh dan menimpa gedung Sekolah Hotel Surabaya, Jumat (23/1). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tower Base Transceiver Station (BTS) milik provider telekomunikasi, tiba-tiba roboh dan menimpa rooftop gedung Sekolah Hotel Surabaya (SHS), Jalan Joyoboyo pada Jumat (23/1).
Pengelola SHS, Pitara Yuda menuturkan bahwa tower setinggi 15 meter tersebut roboh pada sekitar pukul 12.30 WIB, setelah diduga dihantam angin kencang yang melanda kawasan tersebut.
"Towernya jatuh saat ibadah salat jumat. Kemungkinan besar karena angin, karena beberapa hari terakhir angin di Surabaya memang sedang kencang-kencangnya,” tutur Pitara, Jumat (23/1).
Menurut kesaksian staf pengajar dan siswa di sekolah, tower BTS tidak tiba-tiba roboh, melainkan perlahan, sehingga kerusakan tidak begitu parah. Namun, peristiwa ini membuat arus lalu lintas di Jalan Joyoboyo merambat.
“Towernya tidak langsung ‘brak’, jadi rubuhnya perlahan, kalau langsung pasti dampaknya lebih besar. Ini ambruknya perlahan, jadi kerusakannya bisa dibilang tidak terlalu luas,” imbuhnya.
Sebagai informasi, gedung Sekolah Hotel Surabaya memiliki lima lantai, dengan rincian 4 lantai utama sebagai ruang belajar dan 1 lantai sebagai tempat ibadah dan area penempatan tower BTS.
Pitara memastikan tak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah fasilitas sekolah, seperti rooftop gedung dan sebuah mobil operasional yang terparkir di lantai bawah mengalami kerusakan.
“Aman semua. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Kalau mobil memang tertimpa, tetapi belum bisa dikeluarkan karena dikhawatirkan justru menopang tiang yang roboh itu. Kalau ditarik malah bisa membahayakan,” bebernya.
Hingga Jumat sore ini, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak pengelola terus berupaya untuk mengevakuasi tower BTS yang rubuh di Sekolah Hotel Surabaya.
Personel kepolisian juga berjibaku melakukan rekayasa agar arus lalu lintas di sekitar Jalan Joyoboyo tidak macet, mengingat jalanan tersebut dekat dengan Jalan Diponegoro dan Jalan Darmo yang menjadi jalan utama.
