
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi buka suara soal desakan pembubaran Ormas Madas yang menguat pasca Kasus Nenek Elina. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi akhirnya buka suara soal gelombang protes dari kalangan pedagang daging dan jagal Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, yang menolak pindah (relokasi) ke Tambak Osowilangun.
Ia menyebut pemindahan RPH Pegirian bukan kebijakan mendadak, melainkan masuk dalam RPJMD Kota Surabaya yang sudah dicanangkan sejak tahun 2016 dan seharusnya direalisasikan pada 2019.
“Saya sampaikan kalau (relokasi) RPH ini sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengahnya (RPJM) Kota Surabaya. Ini harusnya dijalankan 2019, tapi waktu itu ada kendala Covid-19,” tuturnya, Kamis (15/1).
Karrna terkendala pandemi Covid-19, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutuskan untuk memindahkan RPH babi. Setelah itu, tahap berikutnya adalah pemindahan RPH sapi Pegirian.
Oleh karena itu, Wali Kota Eri menegaskan bahwa relokasi RPH Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun tetap berjalan sesuai rencana, yakni pada bulan Maret 2026, setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H.
“Kita sudah lakukan diskusi dan komunikasi, tapi mereka (jagal dan pedagang daging) mengatakan jangan dipindah, tidak bisa, karena ini adalah rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota Surabaya,” imbuhnya.
Adapun alasan utama pemindahan RPH ini adalah untuk penataan kawasan religi Sunan Ampel. Lahan eks-RPH Pegirian bakal diubah menjadi area parkir terintegrasi dan lokasi sentra UMKM.
“Tempat itu, akan dijadikan tempat parkir (kawasan wisata religi Ampel) sehingga tidak ada lagi parkir di jalan. Jadi konsepnya ini terintegrasi dan sudah menjadi konsep yang sudah kita keluarkan di tahun 2016,” beber Eri.
Ia menegaskan penataan dilakukan demi kenyamanan dan keamanan peziarah Sunan Ampel, yang selama ini dinilai sebagai satu-satunya makam wali di Jawa Timur dengan area ziarah, khususnya parkir, kurang tertata.
“Maka kita tata, bagaimana penataan kawasan Sunan Ampel ini agar orang berziarah juga nyaman, aman, cari parkir juga enak, cari makanan juga enak. Dan penataan kawasan Ampel ini harus berjalan,” tegas Eri.
Artinya, Pemkot Surabaya akan tetap memindahkan RPH Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun. Pemkot juga siap mengakomodasi kebutuhan para jagal di lokasi yang baru.
“Jadi saya sampaikan, mohon maaf kalau harus membatalkan, tidak, pasti akan berpindah. Kalau nanti di sana ada yang (kurang) insyaAllah butuh apa? Kita akan penuhi untuk teman-teman jagal,” pungkas Eri Cahyadi. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
