
Saling Minta Maaf, Polemik Ormas Madas vs Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Berakhir Damai. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sempat bikin heboh usai melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, ke Polda Jawa Timur, Senin sore (5/1), Organisasi kemasyarakatan(Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) menyampaikan permintaan maaf.
Ketua Umum DPP Madas, Muhammad Taufik mengatakan bahwa melalui forum mediasi yang digelar di Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, kedua pihak sepakat saling memaafkan dan polemik berakhir damai.
"Yang pertama kami di Ormas Madas, kami minta maaf kalau hal-hal ini menjadi tidak kondusifnya atau bahkan membuat gaduh atau justru menjadi kerusuhan. Kami minta maaf," tutur Taufik, Selasa (6/1).
Polemik ini bermula saat Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji melakukan sidak kasus Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, yang diusir secara paksa dari rumahnya di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep.
Dalam video sidak tersebut, ucapan orang nomor dua di Surabaya soal ormas Madas, dinilai mencemarkan nama baik organisasi dan menimbulkan kerusuhan di masyarakat, bahkan berujung pada rasisme salah satu suku.
Secara tegas, Taufik membantah keterlibatan Madas dalam kasus pengusiran paksa Nenek Elina. Ia menyayangkan oknum premanisme yang mengusir Nenek Elina, hingga membuat Kota Pahlawan gaduh.
"Kejadian itu (pengusiran paksa Nenek Elina) pada 6 Agustus 2025. Saya menjadi ketua umum Madas 24 Oktober 2025. Jadi jauh sebelum itu. Nah frame ini terus berkembang kemudian ke rasisme," ucapnya.
"Kami ingin memberikan klarifikasi stigma yang ada bahwa Madas itu preman itu tidak benar. Apa, Bahwa berawal dari keterangan senior saya (Armuji) waktu melakukan sidak itu ada tulisan madas. Ini nggak ada," imbuh Taufik.
Sebagai informasi, ormas Madas melaporkan akun media sosial Armuji ke Polda Jawa Timur atas dugaan pelanggaran UU ITE. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/10/1/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR pada Senin, 5 Januari 2026.
Keesokan harinya, Selasa (6/1), Ormas Madas dan Wakil Wali Kota Surabaya menghadiri mediasi dan sepakat menyelesaikan perselisihan secara damai. Madas juga berjanji akan segera mencabut laporan polisi.
"Sekali lagi atas nama pribadi dan juga secara keorganisasian di Ormas Madura Asli Sedara, saya sebagai ketua umum meminta mohon maaf. Kami berkomitmen menjaga kondusifitas kota Surabaya," seru Taufik.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji juga telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada ormas Madas. Armuji menyebut dirinya khilaf karena telah menyinggung Madas saat melakukan sidak ke rumah Nenek Elina.
"Nah, dengan pernyataan kekhilafan saya itu menyebut pada logo Madas maka saya mohon maaf. Namanya orang khilaf, yang tidak ada maksud lain karena 10 kali saya menyebut oknum," tukas Armuji.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022