
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut huntap sudah disiapkan untuk warga Lumajang yang tinggal di zona merah Gunung Semeru. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang pada Rabu sore (19/11), memaksa ratusan warga dari Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) erupsi Gunung Semeru terjadi sejak pukul 14.13 WIB hingga petang. Awan panas mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL dengan arah utara dan barat laut.
Bahkan, erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik. Dalam sekejap, ratusan rumah warga dan fasilitas umum luluh lantak diterjang material vulkanik.
Berdasarkan data sementara, Kamis (20/11), BPBD Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 956 jiwa mengungsi setelah erupsi Gunung Semeru. Hingga kini, pendataan masih dilakukan.
Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pada dasarnya warga Kecamatan Pronojiwo dan warga Kecamatan Candipuro, sudah dibuatkan hunian tetap (huntap).
Potret warga Desa Supiturang yang mengungsi di SD Negeri 4 Supiturang, Lumajang pasca erupsi Gunung Semeru. (Novia Herawati/JawaPos.com)
"KTP mereka juga huntap. Jadi area-area yang (terdampak) memang masuk pada zona merah," tutur Khofifah saat meninjau Jembatan Gladak Perak, Lumajang yang juga terdampak erupsi Gunung Semeru, Kamis (20/11).
Ia memahami bahwa banyak warga yang menolak pindah ke huntap karena jauh dari tempat pencaharian mereka. Mayoritas warga di Pronojiwo dan Candipuro bekerja sebagai penambang pasir.
"Tempat kerja mereka itu memang berdekatan dengan area itu. Tetapi saya berharap masing-masing bisa patuh (dan mau segera pindah ke Huntap) supaya keselamatan bisa kita jaga bersama, ya," imbuhnya.
Hal serupa juga disampaikan Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto. Ia mengatakan bahwa Pemprov Jatim dan Pemkab Lumajang sudah mengajak warga terdampak untuk direlokasi ke huntap.
"Mereka punya huntap, tetapi karena mata pencahariannya di lokasi ini di mana sumber tambang yang dipakai sehingga mereka (memilih tetap tinggal dan) melakukan kegiatan kembali ke sini," tutur Gatot.
"Kami sudah mengimbau, tetapi kan juga harus memahami bahwa mereka butuh pekerjaan untuk kehidupan sehari-hari. Ini yang harus kita cari solusinya, butuh kolaborasi antara Pemda Lumajang, masyarakat, dan provinsi," lanjutnya.
Yang jelas saat ini, lanjut Gatot, BPBD Provinsi Jatim fokus mengevakuasi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Setelah itu, BPBD juga membantu masyarakat membersihkan material vulkanik.
Posko pengungsian yang berada di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro juga akan tetap didirikan hingga waktu yang belum ditentukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
