
Pemkab Gresik mengebut pekerjaan pelebaran Jalan Menganti. (Istimewa)
JawaPos.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengebut pekerjaan pelebaran Jalan Menganti. Terdapat dua titik pelebaran di ruas Bringkang - Menganti - Lakarsantri.
Pemkab Gresik harus mengeluarkan puluhan miliar untuk pembebasan lahan di ruas Menganti - Lakarsantri. Meski lahan-lahan itu berstatus ruang milik jalan (Rumija), namun di lapangan sertifikat-sertifikat telah muncul yang membuat pelebaran jalan terkendala.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Eddy Pancoro menyebut bahwa pelebaran ruas Menganti - Lakarsantri dilakukan pada lahan yang sudah siap tanpa pembebasan. Sedangkan pembebasan lahan terus dilakukan sampai tuntas di perbatasan Lakarsantri.
“Di titik lain masih menunggu pembebasan lahan,” tandas Eddy Pancoro.
Ruas Bringkang - Menganti itu dilebarkan sepanjang 700 meter, melanjutkan pekerjaan sebelumnya sepanjang 1,8 kilometer. “Tinggal sedikit lagi sampai Pasar Menganti,” ucap Eddy Pancoro.
Dia menyampaikan bahwa saat ini pekerjaan masih tahap pemasangan uditch saluran. Sementara pekerjaan utama berupa aspal. Sementara di ruas Menganti - Lakarsantri, pekerjaan dilakukan sepanjang 110 meter. Saat ini progresnya memiliki deviasi 42 persen.
“Sama seperti titik sebelumnya menggunakan aspal,” imbuh Eddy Pancoro.
Namun karena musim hujan, DPRD Gresik berharap pekerja memperhatikan bekas tanah galian yang harus rutin dibersihkan. Saat ini, di ruas Bringkang - Menganti, pekerjaan masih sampai tahap drainase.
Saluran dengan uditch di satu sisi sudah selesai sekitar 200 meter. Namun di sisi lain, masih belum.
“Ini kan musim hujan, tanah galian saluran itu nempel di jalan membuat licin. Pengendara harus hati-hati. Dan kalau bisa, pekerja juga membersihkan itu,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Jalan penghubung Gresik - Surabaya itu memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi. Sehingga perlu pembersihan agar pengendara yang melintas tidak gampang jatuh.
Politikus asal Menganti itu juga menyarankan agar memperhatikan pekerjaan saluran. Meski teknis drainase pada pekerjaan tahun ini menggunakan uditch.
“Kalau tahun lalu dengan tembok penahan, ini sudah pakai uditch. Tapi tetap diperhatikan konektivitas antar saluran dan level jalan. Jangan sampai kejadian seperti tahun lalu,” imbuh Abdullah Hamdi.
Secara progres, politikus PKB itu melihat masih minim. Deviasi berkisar 17-19 persen. Meski pekerjaan itu memiliki kontrak sampai akhir Desember.
“Kondisi cuaca seperti ini sulit untuk tepat waktu. Apalagi pengaspalan nanti,” kata Abdullah Hamdi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
