
Ilustrasi pencairan BLT oleh Pemkot Madiun, Jatim untuk wilayah Kecamatan Kartoharjo di Aula Kantor Kelurahan Kartoharjo, Madiun. (ANTARA/Diskominfo Pemkot Madiun)
JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur (Jatim) menyebutkan sebanyak 5.000 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan langsung tunai (BLT) tambahan yang mulai disalurkan oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun Heri Suwartono di Madiun, Selasa mengatakan bahwa saat ini proses verifikasi data penerima sedang berlangsung. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dicairkan untuk BLT tambahan. Sementara, untuk BLT reguler, sejauh ini berjalan aman dan lancar," ujar Heri.
Menurutnya BLT tambahan yang dicairkan adalah untuk periode Oktober-Desember. Nominalnya tiap KPM mencapai Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan yang disalurkan sekaligus sehingga menerima sebesar Rp 900 ribu.
Ia menegaskan bahwa pemerintah melakukan penyaringan ketat terhadap calon penerima manfaat tersebut. Di sejumlah daerah, banyak penerima bantuan sosial (bansos) yang dicoret karena terindikasi terlibat judi daring (judol) atau memiliki cicilan barang mewah.
Sebab, data tersebut terhubung dengan sistem nasional telah menyandingkan data dengan PPATK dan instansi lain. Selain itu, data penerima juga disinkronkan dengan aplikasi BKN. Penerima yang diketahui memiliki keluarga berstatus ASN, TNI, atau Polri otomatis dihapus dari daftar. Begitu pula warga yang tercatat melakukan transaksi belanja berlebihan di marketplace.
Di Kota Madiun sendiri, jumlah penerima manfaat yang diblokir tidak sampai 100 orang. Heri menyebut penyesuaian data dilakukan berdasarkan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Seperti diketahui, pemerintah menggulirkan penambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai bagian dari kebijakan stimulus ekonomi nasional. Program tersebut memberikan bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan (Oktober-Desember 2025), yang disalurkan sekaligus senilai Rp 900 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).
Secara nasional, BLT tambahan tersebut ditargetkan menjangkau 35,49 juta keluarga penerima manfaat atau sekitar 140 juta jiwa, dengan asumsi satu keluarga terdiri atas empat anggota. Sasaran program ditetapkan berdasarkan data desil 1 hingga 4 Sensus Ekonomi Nasional, yang mewakili kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. (*)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
