
Para pelaku pesta sesama jenis yang diringkus polisi, berpesta untuk kesenangan dan sensasi. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bupati Sidoarjo, Subandi, akhirnya buka suara soal keterlibatan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial MB, dalam kasus pesta sesama jenis (gay) di Hotel Surabaya.
Subandi menilai tindakan tersebut mencoreng citra abdi negara sekaligus melanggar norma dan aturan kepegawaian. Sebagai PPPK, MB wajib menjaga etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentu karena ini melanggar aturan ASN, yang bersangkutan (MB) akan diberhentikan. Langkah terbaik adalah mengundurkan diri agar dia masih bisa menjaga martabatnya sebagai PPPK," tutur Subandi di Sidoarjo, Selasa (28/10).
Lebih lanjut, Subandi mengatakan bahwa surat resmi agar MB segera menentukan sikap antara memilih mundur atau menerima sanksi administratif sesuai aturan, yakni diberhentikan secara tidak hormat, telah dikirimkan.
“Jika tidak (segera mengundurkan diri), maka diberhentikan dengan tidak hormat. Kami ingin dia keluar secara terhormat (tidak dipecat), harapan kami seperti itu," imbuh orang nomor satu di Sidoarjo tersebut.
Pemkab Sidoarjo telah menerima surat dari BKD terkait tindak lanjut sanksi administratif terhadap MB. Saat ini, proses penyelesaiannya masih berjalan dan diharapkan segera rampung dalam waktu dekat.
“Surat dari BKD sudah masuk, dan prosesnya sedang diselesaikan. Semoga bulan ini (Oktober) sudah tuntas. Kalau tetap tidak mau mundur, ya (MB) akan diberhentikan tidak hormat,” tegasnya.
Kronologi Singkat
Satsamapta Polrestabes Surabaya dan Polsek Wonokromo menggerebek pesta sesama jenis bernama "Siwalan Party" di salah satu hotel kawasan Ngagel pada Minggu dini hari (19/10).
Saat penggerebekan berlangsung, 34 pria kedapatan sedang asyik berpesta di kamar hotel. Bahkan, beberapa pria diantaranya ditemukan dalam keadaan tanpa busana di satu kamar yang sama.
Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa dan Sumatera, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, Sumenep, Purwakarta, Bogor, hingga Sumatera Barat, dengan usia paling muda berusia 22 tahun dan tertua 46 tahun.
"Untuk status pekerjaan mereka (tersangka) beragam. Ada yang wiraswasta, pegawai swasta, mahasiswa, guru, bahkan ada juga berstatus ASN," tutur Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto.
Atas perbuatannya, 34 tersangka dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman penjara sesuai peranannya (pendana, admin utama, admin pembantu, atau peserta). (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022