Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Oktober 2025 | 02.22 WIB

Jelang Musim Hujan 2025, Pemkot Surabaya Maksimalkan Infrastruktur untuk Cegah Banjir

Jelang Musim Hujan 2025, Pemkot Surabaya Maksimalkan Infrastruktur untuk Cegah Banjir. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Jelang Musim Hujan 2025, Pemkot Surabaya Maksimalkan Infrastruktur untuk Cegah Banjir. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memperkirakan awal musim hujan 2025/2026 seluruh Kecamatan di Kota Surabaya serentak pada November 2025.

Lantai bagaimana kegiatan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mencegah bencana hidrometeorologi, seperti banjir, yang kerap terjadi saat musim hujan tiba?

Kepala Bidang Drainase DSDABM (Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga) Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo mengatakan pihaknya telah menuntaskan normalisasi saluran hingga pemeliharaan infrastruktur vital.

"Secara pengelolaan drainase, kami telah memaksimalkan upaya pemeliharaan. Kegiatan utama kami adalah normalisasi sedimen skala besar, termasuk penanganan eceng gondok dan endapan lumpur," tutur Windo, Minggu (26/10). 

Menurutnya, peningkatan kesiapan infrastruktur dan normalisasi ini penting untuk meminimalkan potensi banjir dan genangan. Pemkot Surabaya fokus pada upaya pencegahan sejak dini menjelang musim hujan.

"Kami berkolaborasi dengan lintas sektor, seperti DLH (Dinas Lingkungan Hidup), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Dinas PU Jatim, karena banyak saluran utama di Surabaya yang saling terhubung," imbuhnya.

Windo menegaskan, pengerjaan fisik, termasuk normalisasi saluran, dilakukan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan difokuskan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan genangan segera.

"Fokus kami adalah mengembalikan kapasitas daya tampung air di saluran. Setelah normalisasi yang efektif membersihkan sedimen lumpur dan sampah, yang terjadi adalah pengembalian kapasitas saluran ke kondisi optimal," imbuhnya.

Meskipun kebutuhan alat berat menjadi tanta gab, DSDABM tetap memprioritaskan saluran strategis, baik saluran primer maupun sekunder, seperti saluran Avour Wonorejo, Kebon Agung, Pegirian, Kali Tebu, dan kawasan Semolowaru.

Kesiapan infrastruktur penunjang juga menjadi perhatian utama. Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) DSDABM telah menjalankan evaluasi dan identifikasi menyeluruh terhadap kinerja rumah pompa dan bozem.

"Kami pastikan seluruh fungsi pompa banjir berjalan optimal. Pengecekan kondisi genset juga rutin dilakukan untuk memastikan operasional pompa tidak terganggu saat terjadi pemadaman listrik," pungkas Windo. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore