
Semburan Air Campur Gas di Sungai di kawasan Rungkut Surabaya, Jumat (17/10). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Warga Surabaya dihebohkan dengan munculnya semburan air disertai bau gas di Sungai kawasan Rungkut Madya, Kecamatan Gununganyar, Kota Surabaya.
Sejak Kamis (16/10), Semburan air itu berlangsung seharian, sejak pagi hingga malam hari. Aroma gas pun cukup menyengat dari radius 5-10 meter. Tak sedikit warga yang melipir hanya untuk melihat semburan.
Dari pantauan JawaPos.com, hingga Jumat (17/10) pukul 12.45, semburan air disertai bau gas di Sungai kawasan Rungkut Madya masih berlangsung dengan ketinggian sama, sekitar 50 centimeter di atas permukaan sungai.
Di sisi lain, garis polisi terpasang dan melingkari area sungai yang mengeluarkan semburan gas. Beberapa petugas BPBD dan Satpol PP Kota Surabaya tampak berjaga di sekitar lokasi.
Sesekali, pengguna jalan yang melintasi Jalan Rungkut Madya, menengok ke arah sungai. Tak sedikit yang berhenti dan merekam semburan dengan handphone masing-masing.
"Penasaran saja, sih, tadi lewat, terus ada apa kok ramai-ramai. Tapi saya gak berani mendekat, soalnya sudah ada garis polisi dan dijaga petugas," tutur Dika Paramitha, warga Tandes, kepada JawaPos.com, Jumat (17/10).
Petugas Satpol PP dan petugas BPBD mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak aman. "Mas, mbak, jangan dekat-dekat ya, ambil gambarnya dari luar garis polisi saja," tutur salah seorang petugas kepada warga.
Terpisah, Division Head Regional Support and Service PGN SOR III, Muhammad Rais Effendi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait adanya semburan air disertai gas di Sungai Rungkut Madya.
"Setelah mendapat laporan, kami tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, dan melakukan deteksi semburan menggunakan LMM. Hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi methane (gas metana) sebesar 39 ribu ppm," ujar Rais.
