
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki, menjawab kapan proses identifikasi jenazah korban rampung. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 55 jenazah korban tragedi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Senin (13/10). Namun, 9 kantong jenazah lainnya masih misteri.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan dari sembilan kantong jenazah yang belum teridentifikasi, beberapa di antaranya adalah body part.
"Dari 9 kantong jenazah itu ada body part. Jadi dari data ante mortem, yang melaporkan hilang itu ada 63, jika merujuk data itu, maka yang belum teridentifikasi sebanyak delapan orang," tuturnya di RS Bhayangkara, Selasa (14/10).
Khusnan menerangkan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Adapun kantong jenazah yang diterima Tim DVI Polda Jatim adalah 67 kantong, termasuk 8 kantong berisi body part. Ia juga menyebut pihaknya telah mengirim semua sampel DNA korban ke laboratorium Mabes Polri di Jakarta.
"(Pengumpulan data orang tua) sudah semuanya dan itu kami padukan, dengan DNA juga kita cocokan dari orang tua, termasuk dari medis, properti, kami gabungkan juga (metodenya)," imbuhnya.
Namun, kondisi jenazah korban yang tidak bagus menjadi tantangan tersendiri. Tim Medis sulit mengenali dan mencocokkan jenazah dengan data antemortem, sehingga menunggu hasil sampel DNA agar akurat.
"Sampelnya sudah kami kirim semua, mohon waktu. Karena yang body part masih ada yang belum teridentifikasi, jadi ini harus diputar, diulang lagi pemeriksaannya (sampai ketemu dengan yang cocok)," terang Khusnan.
Ketika ditanya terkait target proses identifikasi 9 jenazah korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny yang tersisa, Khusnan tak bisa memberikan jawaban pasti. Namun ia berharap dalam minggu-minggu ini.
Sebab, berkaca pada proses identifikasi jenazah korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Kamis (3/7), Tim DVI memerlukan waktu 2 minggu untuk mengidentifikasi seluruh jenazah korban.
"Harapan kami sih minggu-minggu ini selesai ya. Tapi tergantung nanti sampel itu apakah ada kesulitan dari bahannya itu rusak atau bagaimana, tapi harapan kami secepatnya bisa teridentifikasi dengan baik dan teliti," pungkasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari melakukan pencarian, operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022