
Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim kembali mengumumkan update hasil identifikasi korban tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (12/10).
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan bahwa hari ini, sebanyak 2 korban berhasil teridentifikasi dari 2 kantong jenazah.
"Hari ini, Minggu, 12 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 2 kantong jenazah, yang match dengan delapan nomor AM (ante morterm)," tuturnya, Minggu (12/10).
Berikut dua jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo yang berhasil diidentifikasi pada Minggu (12/10):
1. Ach Haikal Fadil Alfatih, laki-laki, 12 tahun, warga Dusun Timur Leke, Sendang Dajah, Labang, Bangkalan. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.
2. Syamsul Arifin, laki-laki, 18 tahun, warga Dusun Tegal Badang, Tlagah, Kecamatan Galis, Bangkalan. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti pribadi.
Khusnan menerangkan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
"Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 53 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima. Saat ini operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman nomor AM dan PM," pungkasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari melakukan pencarian, operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.
Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 51 orang berhasil teridentifikasi. (*)
