Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Oktober 2025 | 23.53 WIB

HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur: Jadi Lumbung Pangan hingga Gerbang Baru Nusantara

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Upacara Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Minggu (12/10). (Pemrov Jatim) - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Upacara Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Minggu (12/10). (Pemrov Jatim)

JawaPos.com-Jawa Timur resmi memasuki usia ke-80 dengan percaya diri menegaskan posisinya sebagai provinsi tangguh dan motor pembangunan nasional.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut delapan dekade perjalanan Jawa Timur bukan sekadar angka, melainkan bukti daya tahan, kerja keras, dan kreativitas masyarakatnya.

“Delapan puluh tahun Jawa Timur adalah sejarah panjang perjuangan sekaligus kemajuan,” ujarnya dalam Upacara Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Minggu (12/10).

Menurut Khofifah, kekuatan Jawa Timur lahir dari pertumbuhan wilayah yang saling menopang. Surabaya sebagai pusat perdagangan dan jasa, Gresik hingga Lamongan sebagai kawasan industri, Mataraman di sektor pertanian, serta Banyuwangi dan Madura sebagai pusat wisata dan budaya menjadi fondasi pembangunan yang seimbang.

Hasilnya, Jawa Timur kini muncul sebagai provinsi dengan pembangunan paripurna: ekonomi tumbuh, pendidikan kuat, budaya kaya, dan teknologi kompetitif. “Tema ‘Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh’ bukan sekadar slogan, tetapi semangat seluruh masyarakat menghadapi tantangan,” katanya.

Dalam arah pembangunan ke depan, Khofifah memperkenalkan filosofi “JATIM BISA” (Berdaya, Inklusif, Sinergis, Adaptif). Filosofi ini menekankan bahwa Jawa Timur tidak boleh hanya mengikuti perubahan, tetapi harus memimpinnya. “Jawa Timur harus menjadi pelaku utama perubahan, bukan penonton,” tegasnya.

Secara ekonomi, Jawa Timur menunjukkan performa impresif. Pada Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,23 persen (yoy), di atas rata-rata nasional 5,12 persen. Realisasi investasi tahun 2024 pun menembus Rp147,3 triliun—tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir—menjadikan Jatim lokomotif ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Per Maret 2025, angka kemiskinan berhasil turun menjadi 9,5 persen dan kemiskinan ekstrem tinggal 0,66 persen. Tak hanya itu, jumlah Desa Mandiri melonjak menjadi 4.716 desa, tertinggi di Indonesia.

Di sektor pangan, Jawa Timur memperkuat posisinya sebagai Lumbung Pangan Nasional dengan produksi padi lebih dari 12 juta ton GKP. “Beras petani Jawa Timur menjadi sumber pangan untuk 21 provinsi lainnya,” ungkap Khofifah. Program 8.494 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih juga memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Memasuki era Ibu Kota Nusantara (IKN), Jawa Timur bersiap menjadi “Gerbang Baru Nusantara.” Dengan 37 pelabuhan, 7 bandara, 12 ruas tol, 13 kawasan industri, 2 kawasan ekonomi khusus, dan 1 kawasan industri halal, Jatim diposisikan sebagai simpul logistik dan pusat integrasi ekonomi nasional.

Selain itu, Jawa Timur meraih peringkat pertama nasional dalam implementasi ekonomi hijau. Program transportasi massal Transjatim juga terus diperluas untuk menciptakan mobilitas yang aman, terjangkau, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Menutup pidatonya, Khofifah mengajak seluruh warga menjaga semangat kolaborasi dan ketangguhan. “Dengan semangat ‘Tangguh Nyawiji, Tumuwuh Mulyo’, mari bersatu dalam ketangguhan dan bertumbuh menuju kemuliaan,” tuturnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore