Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Oktober 2025 | 16.27 WIB

Belum Semua Korban Ditemukan, Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Diperpanjang

Belum Semua Korban Ditemukan, Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Diperpanjang. (Dokumentasi Basarnas Surabaya) - Image

Belum Semua Korban Ditemukan, Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Diperpanjang. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)

JawaPos.com - Sepekan pasca tragedi runtuhnya bangunan 4 lantai di area Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pencarian korban yang tertimbun masih menjadi fokus Tim SAR gabungan.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan operasi pencarian dan evakuasi korban kemungkinan akan diperpanjang.

"Bahwa pelaksanaan hari ketujuh ini (Minggu, 5 Oktober 2025), sesuai aturan memang bukan akan berhenti. Kami akan tetap lanjutkan semaksimal mungkin sampai seluruh korban dapat kita temukan," tuturnya, Senin (6/9).

Sebagai informasi, bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. 

Hingga Senin (6/10) pukul 08.50 WIB, sebanyak 158 orang berhasil dievakuasi, dengan rincian 104 korban selamat dan 54 korban  meninggal dunia, termasuk 5 body part. Diduga belasan orang masih tertimbun dalam reruntuhan.

"Jadi dalam arti kata, mungkin akan kita perpanjang sampai dengan pelaksanaan kita yakinkan bahwa seluruh korban dari reruntuhan dapat kita temukan. Kita akan tetap maksimalkan 24 jam untuk menemukan adik-adik kita yang terlibat musibah," imbuhnya.

Terkait berapa hari akan diperpanjang, Bramantyo mengatakan tergantung kondisi di lapangan. Namun jika sesuai SOP, bisa bertambah satu hingga tiga hari. 

Yang jelas saat ini, Tim SAR gabungan fokus melakukan pembersihan reruntuhan untuk menemukan keberadaan korban hilang. Alat berat pun dikerahkan untuk mempercepat pembersihan, yakni 2 ekskavator dan 1 breaker.

"Saya berusaha mungkin 2-3 hari ke depan. Untuk proses pembersihan mungkin hari ini tidak bisa. Senin juga belum kemungkinan kami upayakan hari Selasa (7 Oktober 2025)," tukas Bramantyo.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore