Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 04.51 WIB

Data Korban Robohnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Simpang Siur, Polda Jatim Petakan Tiga Klaster Pendataan

Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menjelaskan pemetaan tiga klaster pendataan korban robohnya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jumat (3/10/2025). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menjelaskan pemetaan tiga klaster pendataan korban robohnya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jumat (3/10/2025). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto buka suara soal pendataan korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, yang masih simpang siur. 

Ia mengatakan, pihaknya mengambil langkah strategis dengan membagi data korban ke dalam tiga klaster utama. Tujuannya untuk mempermudah proses identifikasi dan akurasi jumlah korban.

"Tiga klaster yang kami bagi nanti, klaster dari santrinya sendiri, klaster pengurus pesantren, dan klaster pegawai yang melakukan kegiatan renovasi pembangunan gedung," tutur Nanang di lokasi, Jumat (3/10).

Langkah tersebut dinilai penting untuk melacak siapa saja korban yang berada di lokasi saat bangunan empat lantai Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.

"Jadi fokus kita saat ini adalah menemukan jenazah-jenazah yang dimungkinkan masih ada di reruntuhan. Dan ini sedang berproses, rekan-rekan sudah melihat bagaimana puing-puing seperti ini," jelasnya.

Disinggung mengenai penyelidikan penyebab bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny yang diduga karena kegagalan konstruksi, Nanang menegaskan bahwa pihaknya belum memulai penyelidikan. 

"Inilah yang harus kita lihat nanti. Yang jelas tetap nanti akan melakukan kegiatan proses (penyelidikan), tetapi yang utama sekarang ini adalah masalah kemanusiaannya dulu," tegas Nanang.

Kronologi Singkat

Bangunan yang difungsikan sebagai musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.

Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Puluhan santri diduga masih terjebak dalam reruntuhan. Tim SAR pun terus berupaya mengevakuasi korban dengan menggunakan alat berat (ekskavator dan crane). 

Hingga Jumat (3/10) pukul 19.30 WIB, sebanyak 116 orang korban berhasil dievakuasi, baik secara mandiri maupun oleh Tim SAR, dengan rincian 103 selamat dan 13 korban meninggal dunia. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore