Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 23.05 WIB

Ketangguhan Santri 13 Tahun Bertahan 2 Hari di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Mahan Tubuh Penuh Luka

Tim SAR gabungan mencari korban bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos) - Image

Tim SAR gabungan mencari korban bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)

JawaPos.com — Ketangguhan seorang santri berusia 13 tahun bernama Syailendra Haical membuat publik haru sekaligus kagum. Haikal berhasil selamat setelah dua hari tertimbun reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.

Perjuangan Haikal untuk tetap hidup di bawah timbunan bangunan roboh itu menjadi kisah luar biasa. Meski dalam kondisi tubuh lemah dan penuh luka, ia tetap sadar dan mampu berkomunikasi dengan tim penyelamat.

Video percakapan Haikal dengan petugas saat proses evakuasi pun viral di media sosial. Dalam video itu, Haikal bercerita tubuhnya sakit sambil terus diberi semangat oleh tim SAR yang berjuang keras mengevakuasinya.

Proses evakuasi Haikal berlangsung penuh risiko dan membutuhkan waktu panjang.

Namun semangat pantang menyerahnya menjadi penyemangat tambahan bagi tim penyelamat untuk tidak berhenti hingga ia berhasil dikeluarkan dari reruntuhan.

Haikal akhirnya bisa dievakuasi pada Rabu sore, 1 Oktober 2025. Tangis haru keluarga, santri lain, dan warga pecah ketika tubuh mungilnya berhasil diangkat keluar dengan selamat.

Setelah dua hari berada dalam kegelapan dan kondisi mencekam, Haikal menunjukkan kekuatan mental yang mengejutkan banyak orang. Meski kelelahan, ia tetap bisa menjawab pertanyaan petugas dengan suara jelas.

Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo, dr Atok Irawan, mengatakan Haikal adalah contoh nyata santri dengan mental luar biasa.

Menurutnya, meski mengalami pengalaman getir, Haikal masih bisa makan dengan lahap dan menceritakan kembali apa yang ia alami.

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sehat semuanya. Yang kami rawat kemarin kan 8, kemudian sore tambah 5, yang pertama ditemukan ini, anak Syailendra Haical ya, 13 tahun, yang cukup lama evakuasinya, ya alhamdulillah, di IGD kemarin, di zona merah, jadi komunikasi kontak lancar,” ujar dr Atok kepada wartawan, Kamis (2/10/2025)..

Haikal tidak hanya berbicara tentang dirinya, tetapi juga menceritakan ada empat santri lain yang tertimpa reruntuhan. Informasi berharga itu membantu tim medis dan relawan dalam menangani korban lain yang ikut dirawat di rumah sakit.

“Si Haical ini, karena dia banyak cerita, meskipun dia udah 2 hari ya, di dalam timbunanan itu, tahunya lemah, tapi anak ini, cerita dengan jelas, ada 4 yang lain, setelah Haikal datang, yang kami rawat,” lanjut dr Atok.

Hingga Kamis 2 Oktober 2025, RSUD RT Notopuro sudah menerima beberapa pasien dari musibah robohnya musala Ponpes Al Khoziny. Haikal menjadi salah satu pasien yang mendapat perhatian besar karena kisah perjuangannya.

Banyak pihak memuji daya juang Haikal yang tidak menyerah meski dalam kondisi sulit. Ia dianggap sebagai simbol ketangguhan anak muda yang mampu bertahan hidup dengan tekad kuat.

Dokter yang menanganinya bahkan menyebut, semangat Haikal menjadi energi positif untuk para tenaga medis. Pasalnya, ia terus menunjukkan keinginan untuk cepat pulih dan kembali berkumpul bersama teman-teman santrinya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore