
Ahli ITS Sebut Struktur Bangunan Ponpes Al Khoziny SIdoarjo Hancur Lembur, Rabu (1/10). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ahli Konstruksi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dilibatkan dalam proses evakuasi korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
"Kami mem-back-up proses evakuasi korban dengan komando dari Basarnas, tetapi untuk saat ini konsentrasi masih untuk mencapai korban," ujar Muji Himawan di Posko Darurat, Rabu (1/10).
Dosen Departemen Teknik Sipil itu mengatakan setelah evakuasi selesai, pihaknya akan melanjutkan dengan membantu proses pengangkatan elemen struktur, baik balok, beton, dan plat yang runtuh sampai lantai dasar.
"Ini ada 4 lapis lantai yang ambruk, collapse ini menyusahkan teman-teman Basarnas untuk melakukan untuk mengakses ke lokasi yang dimaksud, tetapi kalau sudah sampai fase yang berikutnya, kami akan meng-assist," imbuhnya.
Pada intinya, Muji mengatakan elemen struktur bangunan yang biasanya digunakan untuk tempat ibadah, sudah hancur lembur. Pihaknya berupaya mengamankan bangunan di samping agar tidak ikut ambruk.
"Sehingga kita akan bertahan, kemudian kita potong dengan maksimum 1 ton dengan alat tangkar, dan tidak boleh ditarik, sampai itu rilis, sampai itu (korban hidup yang terjebak) bebas, baru bisa diangkat," terang Muji.
Ia tak menampik bahwa posisi bangunan yang ambruk dan menimpa para santri saat beribadah, bisa menyulitkan tim SAR gabungan dalam proses evakuasi, sehingga memerlukan usaha ekstra dan waktu yang cukup lama.
"Memang ini membutuhkan waktu, tetapi kita punya teknik untuk mendapatkan kecepatan, karena memang nantinya kita harus memperhitungkan kondisi tubuh yang sudah ada di bawah," pungkasnya.
Kronologi Singkat dan Korban Sudah Dievakuasi
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Kantor Basarnas Surabaya, Selasa malam (30/9) sebanyak 100 orang santri menjadi korban tragedi ini.
Dari jumlah korban tersebut, 3 orang dilaporkan meninggal dunia. Mereka adalah Maulana Affan Ibrahimafic, 15 tahun, warga Surabaya; Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Surabaya; dan Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Bangka Belitung.
Hingga berita ini ditulis, Rabu (1/10) pukul 12.30 WIB, Tim SAR gabungan terus berjibaku untuk menyelamatkan korban. Alat berat sudah stanby sejak Senin (29/9), namun hingga kini belum digunakan karena struktur bangunan rapuh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
