Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 04.35 WIB

Gus Yahya Tegaskan NU Bergerak Cepat Tangani Tragedi Ponpes Sidoarjo

Gus Yahya Tegaskan NU Bergerak Cepat Tangani Tragedi Ponpes Sidoarjo. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Gus Yahya Tegaskan NU Bergerak Cepat Tangani Tragedi Ponpes Sidoarjo. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf turut menyoroti tragedi runtuhnya bangunan tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Ulama yang akrab disapa Gus Yahya ini meninjau langsung proses evakuasi bangunan Pondok Pesanteren Al Khoziny yang ambruk, Selasa (30/9).

"Kepada para wali santri, kita memohon diberikan ketabahan, kita berikan penghiburan. Kita yakin, (musibah) ini adalah petanda dari perhatian Allah SWT kepada kita semua," tutur Gus Yahya di lokasi, Selasa (30/9). 

Menurutnya, insiden robohnya bangunan tiga lantai di ponpes tersebut adalah ujian dari Allah SWT kepada hampanya. Gus Yahya menyebut para santri datang dengan niat tulus untuk mengabdikan hidupnya. 

"Saya yakin bahwa apa yang dialami ini adalah karunia cobaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagai hamba, sebagai penuntut ilmu, dan saya dengar ada yang wafat. Hari wafatnya terjadi dalam hari yang bak," imbuhnya. 

Pasca insiden, Gus Yahya menegaskan NU segera berkoordinasi dengan PCNU, RS Siti Hajar, serta berbagai elemen dan pesantren terdekat yang spontan memberikan bantuan serta langkah penanganan bersama.

"Termasuk para wali murid juga akan terus melakukan koordinasi. Ini kan soal pencarian yang masih belum selesai, ada soal perawatan yang sekarang sudah ditemukan dan sekarang di rumah sakit," terang Yahya. 

Sebagai informasi, insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1. 

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Hingga berita ini ditulis, JawaPos.com mendapatkan informasi dari Basarnas dan santri selamat bahwa sekitar 38 korban masih terjebak di reruntuhan.

Adapun jumlah korban yang berhasil dievakuasi adalah 102 orang, baik itu evakuasi mandiri maupun evakuasi oleh tim SAR gabungan. 3 orang korban di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Hingga berita ini ditayangkan, Tim SAR gabungan terus berupaya untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak dalam reruntuhan bangunan. Mereka optimis korban dapat diselamatkan salam keadaan selamat. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore