
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto geram dalam satu tahun terakhir, sudah ada 4 kasus pembunuhan, dimana jenazah korban dibuang di wilayah Pacet. (istimewa)
JawaPos.com - Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga keindahan alam Pacet. Jangan sampai dikotori oleh segelintir orang sebagai tempat pembuangan jenazah.
Pernyataan itu disampaikan menyusul kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Alvi Maulana, 24 tahun, terhadap kekasihnya TAS, 25 tahun, di mana potongan tubuh korban dibuang di kawasan Pacet.
"Saya ingatkan melalui kesempatan ini, jangan jadikan Kecamatan Pacet sebagai tempat untuk membuang jenazah. Saya pastikan, Pacet adalah tempat yang indah, jangan kotori Pacet!" ujar AKBP Ihram baru-baru ini.
Kegeraman tersebut bukan tanpa alasan. Dalam satu tahun terakhir dirinya menjabat sebagai Kapolres Mojokerto, sudah empat kali Pacet menjadi lokasi pembuangan jenazah korban pembunuhan.
"Karena sudah empat kali selama satu tahun saya berada di sini. Semua kasus berhasil kami ungkap dan peristiwa 338 (pembunuhan) itu bukan di wilayah Pacet, hanya jasadnya yang dibuang di sana," imbuhnya.
Ihram menyayangkan citra Pacet sebagai destinasi wisata alam tercoreng karena kasus kriminal. Ia menegaskan polisi tak akan berdiam diri dan berkomitmen mengejar pelaku kriminal hingga tuntas.
"Saya pastikan kepada pelaku (pembunuhan) yang akan menjadikan Pacet tempat pembuangan terakhir, selama saya masih menjadi Kapolres Mojokerto, saya pastikan akan tangkap orang tersebut," tukas AKBP Ihram.
Kronologi Singkat Kasus Mutilasi Pacet
Polres Mojokerto berhasil membekuk Alvi Maulana, 24 tahun, warga Desa Aek Paing, Rantau Utara, Labuhan Batu, Sumatera Utara. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus mutilasi Pacet.
Alvi diringkus di rumah kosnya yang berada di Jalan Lidah Wetan Gang 1, Lakarsantri, Surabaya pada Minggu dini hari (7/9). Di sana, polisi menemukan ratusan potongan tubuh dan tulang korban yang disembunyikan di belakang lemari.
Kasus mutilasi Pacet terungkap setelah seorang warga setempat berinisial S menemukan potongan telapak kaki korban di jurang Jalur Pacet - Cangar, Mojokerto pada Sabtu pagi (6/9). Penemuan ini membuat geger publik.
Setelah penyelidikan lebih lanjut berdasarkan 76 potongan tubuh yang ditemukan di wilayah Pacet, Polres Mojokerto mengantongi identitas korban. Ia adalah TAS, 25 tahun, warga Made Kidul, Lamongan, Jawa Timur.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
