Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 15.07 WIB

Gubernur Khofifah Ingatkan Warga Jatim: Jangan Mudah Terprovokasi Informasi Hoaks di Medsos

Gubernur Khofifah Ingatkan Warga Jatim: Jangan Mudah Terprovokasi Informasi Hoaks di Medsos. (Humas Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Khofifah Ingatkan Warga Jatim: Jangan Mudah Terprovokasi Informasi Hoaks di Medsos. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi tak berdasar, yang beredar luas di media sosial.

Ia mengajak untuk membiasakan budaya saring sebelum sharing dan cerdas memilah informasi agar tidak terjebak hoaks. pesan tersebut disampaikan Khofifah saat kegiatan Apel dan Doa Bersama di Lapangan Mapolda Jawa Timur.

“Tidak ada satu pun pihak yang menginginkan keresahan. Namun, ujian ini (kerusuhan yang terjadi sepekan terakhir) mengingatkan kita bahwa perdamaian adalah hal yang harus terus diperjuangkan,” ujar Khofifah, Rabu (3/9).

Ia menegaskan apel dan doa yang digelar bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif di tengah dinamika nasional.

“Alhamdulillah berkat perlindungan Allah SWT dan kerja keras semua pihak mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga dukungan penuh masyarakat, situasi Jawa Timur kini berangsur kondusif," imbuhnya.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan sekaligus meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Salah satunya, Gubernur Jatim menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3/3432/013.1/2025 tentang Peningkatan Upaya Pencegahan Gangguan Keamanan, Ketertiban Umum, dan Ketentraman Masyarakat.

Melalui SE tersebut, Khofifah meminta bupati/wali kota se-Jatim untuk mengambil langkah strategis antara lain:
1. Menguatkan sinergi antara pemda, TNI, Polri, dan instansi terkait;
2. Melakukan upaya preventif terhadap pengamanan objek vital;
3. Mengimbau perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan mencegah pelibatan peserta didik dalam kegiatan yang berpotensi melanggar hukum;
4. Mengaktifkan kembali peran kepala desa/lurah, RT/RW bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas;
5. Menghidupkan kampung tangguh dan kampung merah putih;
6. Mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat menjaga kerukunan;
7. Meningkatkan peran komunitas lokal dalam pengendalian kegiatan masyarakat.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa menjaga Kamtibmas bukan hanya tugas Polri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, hingga seluruh elemen masyarakat.

“Dibutuhkan juga kepedulian orang tua untuk proaktif mengawasi anak-anaknya, terutama yang duduk di bangku SMA/SMK. Ini menjadi kunci mencegah mereka terlibat dalam aksi yang menimbulkan keresahan,” tukas Khofifah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore