Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 05.33 WIB

Di Tengah Maraknya Demo Anarkistis, FPK Surabaya Ajak Warga Tolak Anarkisme dan Premanisme

Massa pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos) - Image

Massa pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Aksi demonstrasi yang belakangan terjadi di berbagai penjuru Indonesia, menjadi perhatian masyarakat. Di Surabaya sendiri, aksi berakhir ricuh selama dua hari berturut-turut.

Menanggapi hal tersebut, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing. 

Imbauan ini disampaikan sebagai upaya kolektif untuk menolak segala bentuk tindakan anarkis dan premanisme, khususnya di tengah maraknya demonstrasi yang melibatkan pelajar dan berakhir ricuh.

“Kami mengimbau seluruh warga Surabaya agar tetap menjaga lingkungan sekitar, dan menjaga putra-putri agar tidak mengikuti demo yang berpotensi rusuh," ujar Ketua FPK Kota Surabaya Hosli Abdullah, Minggu (31/8).

Ia khawatir, aksi demonstrasi yang diikuti pelajar dan mahasiswa bisa disusupi oknum yang bertujuan merusak, menjarah, dan mengganggu aktivitas sosial warga seperti bekerja dan sekolah.

"Ini harus dijaga agar tidak terjadi kegaduhan di Kota Surabaya, yang arahnya bukan lagi demo tetapi merusak dan mengambil yang bukan haknya,” sambungnya.  

Menurut Hosil, FPK, yang anggotanya terdiri dari multi etnis, seperti suku Bali, Minang, Batak, Ambon, Jawa, dan suku-suku lainnya, memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan menolak tindakan merusak (anarkis).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya M Fikser mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak seluruh warga untuk saling peduli dan menjaga kampungnya masing-masing. Mari kita tolak semua kegiatan yang bersifat anarkis, premanisme, dan pelanggaran hukum,” tutur Fikser. 

Mantan Kasatpol PP Kota Surabaya tersebut juga menggarisbawahi pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama yang masih duduk di bangku SMA dan SMK.

"Orang tua harus memastikan anak-anak tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan. Kepedulian orang tua adalah kunci untuk mencegah generasi muda ikut-ikutan dalam aksi yang dapat menimbulkan keresahan,” tukasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore