Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 02.20 WIB

Lewat Digitalisasi dan Optimalisasi Aset, Pemkot Surabaya Kejar Target PAD 2025 Rp 486 Miliar

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widyawati optimis target PAD Rp 486 miliar tercapai. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widyawati optimis target PAD Rp 486 miliar tercapai. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya optimistis mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 senilai Rp 486 miliar. Otu dilakukan melalui strategi digitalisasi dan optimalisasi aset daerah.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widyawati mengatakan, dari target keseluruhan, kontribusi pengelolaan aset baru di angka Rp 121 miliar.

"Angka ini menunjukkan masih banyak ruang untuk dikelola lebih baik lagi, dan kami yakin dengan strategi yang ada," tutur Wiwiek dalam acara Workshop Wartawan Surabaya di Prigen, Pasuruan baru-baru ini.

Menurut dia, optimalisasi aset daerah tak lagi bertumpu pada cara konvensional. Karena itu, Pemkot menyiapkan strategi komprehensif berbasis tiga pilar, yakni digitalisasi, promosi agresif, serta restrukturisasi organisasi.

“Digitalisasi lebih dari sekadar tren, ini alat untuk mencapai efisiensi dan transparansi. Kami sedang mengembangkan aplikasi bernama Sistem Informasi dan Pengelolaan Aset Daerah (SIKDASDA)," imbuh Wiwiek Widyawati.

Melalui SIKDASDA, penataan aset menciptakan sistem birokrasi yang lebih efisien, mempercepat administrasi, serta meminimalkan potensi kesalahan data, sehingga pengelolaan aset lebih efisien dan akuntabel.

Selain itu, aplikasi berperan sebagai etalase digital yang menampilkan pemetaan dan katalog aset. Fitur ini mempermudah promosi serta pemasaran eksternal, sehingga pemanfaatan aset lebih transparan, optimal, dan akuntabel.

Melalui fitur pemetaan dan katalog aset, calon investor, baik dari kalangan swasta maupun BUMN, dapat dengan mudah melihat lokasi, luas, peruntukan, dan detail teknis aset yang tersedia untuk disewa. 

“Langkah ini memberikan transparansi penuh. SIKDASDA diharapkan bisa menjadi jembatan antara aset pemerintah yang belum dimanfaatkan dengan pihak-pihak yang berminat,” tambah Wiwiek Widyawati.

Wiwiek mengakui kompleksitas pengelolaan aset yang mencapai puluhan triliun rupiah membutuhkan tim yang lebih fokus dan terstruktur. Terlebih aset-aset yang tidak terpakai atau mangkrak.

Namun, melihat tantangan dan peluang yang ada, pemerintah sedang mengkaji kemungkinan untuk membentuk tim atau unit yang lebih spesifik, seperti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

"Pembentukan tim khusus ini bertujuan agar ada pihak yang benar-benar fokus pada fungsi pemasaran dan pencarian peminat untuk aset-aset daerah. Ini mirip seperti memiliki tim marketing profesional," tukas Wiwiek.

Nantinya, tim khusus BPKAD Surabaya akan berperan aktif memasarkan aset-aset kosong milik pemerintah yang berpotensi tinggi, bukan lagi hanya menunggu investor yang selama ini dilakukan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore