Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 16.16 WIB

Kronologi Lengkap Balita 1 Tahun Alami Luka-Luka Usai Dititipkan di Daycare Medokan Ayu Surabaya, Orang Tua Lapor ke Polda Jatim

EJK, balita perempuan asal Sidoarjo yyang mengalami luka-luka setelah dititipkan di daycare di Medokan Ayu Surabaya. (istimewa) - Image

EJK, balita perempuan asal Sidoarjo yyang mengalami luka-luka setelah dititipkan di daycare di Medokan Ayu Surabaya. (istimewa)

JawaPos.com - Belakangan, publik dikejutkan dengan kasus balita perempuan asal Sidoarjo berinisial EJK, 1 tahun, yang mengalami luka-luka usai dititipkan ke sebuah daycare di kawasan Medokan Ayu, Surabaya.

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, balita malang itu mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Mulai memar di pipi, bekas gigitan di telinga, hingga memar pada lengan kanan atas.

Ayah korban, SR mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi pada 4 Juni 2025. Saat itu, ia dan sang istri mengantar buah hatinya ke tempat penitipan anak (daycare) sekitar pukul 06.15 WIB.

"Saya titipkan di daycare seperti biasa dalam keadaan mengantuk, saya yang mengantar sendiri dan serahkan ke pengasuh. Setelah itu, saya berangkat ke tempat kerja," ujar SR saat dikonfirmasi, Rabu (20/8).

EJK lalu ditidurkan di kamar bersama anak perempuan berusia 2,5 tahun, yang baru dititipkan dua hari. Sementara balita EJK diketahui sudah menggunakan jasa daycare selama 6 bulan atau sejak Desember 2024.

Pengasuh F memastikan keduanya sudah tertidur sebelum meninggalkan kamar. Lalu sekitar pukul 07.15 WIB, pengasuh F mendengar EJK menangis dari dalam kamarnya. Ia bergegas mengecek kondisi EJK.

"Mbak F langsung melihat J di dalam kamar dan mendapati J digigit temannya anak baru. Pertolongan pertama dilakukan staf daycare, luka dibersihkan dan diberi trombopop," sambungnya.

Pihak daycare menghubungi ibu korban, DF, untuk menyampaikan kondisi EJK sekaligus kronologi kejadian. Mereka juga mengirimkan foto luka di telinga dan kedua pipi yang dialami balita tersebut.

Terkejut mendapat kabar anaknya penuh lebam, ibu korban segera meminta suaminya, SR, menjemput EJK. Balita itu lalu dibawa ke klinik untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis lanjutan.

"Tidak ada perkiraan pasti berapa menit anak saya dan temannya tersebut ditinggal, namun tidak ada orang dewasa yang mengawasi langsung. Daycare juga tidak memiliki CCTV atau laporan tertulis kejadian," terang SR.

Orang Tua Tuding Daycare Enggan Minta Maaf dan Malah Berkelit

Orang tua korban juga menghubungi pihak daycare via telepon untuk meminta penjelasan. Alih-alih meminta maaf atau menyesali kelalaian yang terjadi, pihak daycare justru sibuk membela diri.

"Daycare bilang ini hanya ditinggal sebentar dan tidak pernah ada kejadian seperti ini. Terlapor bilang tidak ada CCTV karena konsep daycarenya rumahan, padahal tidak sesuai SOP," terang SR dengan nada kesal.

SR menilai pihak daycare tidak menunjukkan kepedulian dengan menanyakan kondisi anaknya pasca kejadian. Sebaliknya, mereka justru mempersilakan orang tua EJK mencari daycare lain apabila merasa sudah tidak cocok.

"Terlapor tidak menanyakan keadaan anak saya dan sibuk membela diri. Terlapor juga bilang jika anak yang berbahaya akan dikeluarkan, dan mempersilahkan saya jika tidak cocok lagi boleh tidak titip ke daycare," ujarnya.

Akibat insiden ini, EJK mengalami luka fisik sekaligus trauma psikis. Ia menangis keras saat diperiksa dokter, menolak ditinggal, dan hanya mau digendong ibunya, meski biasanya masih bisa bermain sendiri.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore