Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18.55 WIB

Latih Mental dan Sikap di Dunia Digital, SMA Kristen Petra 2 Surabaya Hadirkan Infinix Lab Gaming

Siswa SMA Kristen Petra 2 Surabaya mengikuti sesi perdana Infinix Gaming Academia di Lab Gaming yang baru diresmikan, Rabu (13/8). (Juliana Christy /Jawa Pos) - Image

Siswa SMA Kristen Petra 2 Surabaya mengikuti sesi perdana Infinix Gaming Academia di Lab Gaming yang baru diresmikan, Rabu (13/8). (Juliana Christy /Jawa Pos)

JawaPos.com–SMA Kristen Petra 2 Surabaya meresmikan fasilitas Infinix Lab Gaming pada Rabu (13/8) sebagai bagian dari program Infinix Gaming Academia. Fasilitas ini dihadirkan untuk mengembangkan bakat siswa di bidang e-sport sekaligus membentuk mental dan sikap positif di dunia digital.

Head of Marketing Infinix Indonesia, Sergio Ticoalu, menjelaskan bahwa keberadaan lab gaming di sekolah ini bukan hanya untuk melatih kemampuan bermain gim, tetapi juga untuk membekali siswa dengan mentalitas dan etika yang sehat. “Skill bisa didapatkan di mana saja, tapi attitude dan mentalitas itu yang ingin kami bentuk. Kami ingin mereka siap ketika nanti masuk dunia e-sport profesional,” katanya.

Lab Gaming ini dilengkapi dengan perangkat pendukung seperti smartphone gaming, kursi dan meja khusus, serta pelatih e-sport yang akan mendampingi siswa selama satu tahun. Kegiatan berlangsung setiap minggu, disertai kompetisi rutin antar-gaming school di berbagai daerah.

Selain melatih keterampilan bermain, program ini mengusung kampanye “Stop Cyberbullying” yang menekankan pentingnya perilaku sehat di dunia maya. Sergio menilai, dunia e-sport rentan terhadap perilaku toxic, seperti taunting dan perundungan daring, sehingga pembekalan karakter perlu dilakukan sejak dini.

Kepala SMA Kristen Petra 2, Elisabeth Dian Pujilestari, menyambut baik program ini karena sejalan dengan konsep pendidikan holistik yang diterapkan sekolah. “Kami ingin anak-anak berkembang tidak hanya secara akademik, tapi juga fisik, emosional, talenta, dan spiritualitasnya. Gaming academia memberi mereka arah dan prioritas yang jelas,” ujarnya.

Program ini menjadi ekstrakurikuler baru di SMA Petra 2 dan diikuti siswa dengan sepengetahuan orang tua. Kegiatan dijadwalkan setiap Rabu sore, menggunakan silabus terstruktur yang disesuaikan dengan kebijakan sekolah.

Elisabeth menilai e-sport memiliki potensi besar di era digital, asalkan dikelola dengan ekosistem yang sehat. “Kalau komunitasnya bagus, anak-anak bisa tumbuh dengan baik dan terhindar dari perilaku negatif seperti bullying,” jelasnya.

Infinix Gaming Academia sebelumnya telah berjalan di Jakarta dan Bandung, dan akan dilanjutkan ke Bali. Program ini juga direncanakan hadir di beberapa daerah lain, bekerja sama dengan sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore