
Siswa SMA Kristen Petra 2 Surabaya mengikuti sesi perdana Infinix Gaming Academia di Lab Gaming yang baru diresmikan, Rabu (13/8). (Juliana Christy /Jawa Pos)
JawaPos.com–SMA Kristen Petra 2 Surabaya meresmikan fasilitas Infinix Lab Gaming pada Rabu (13/8) sebagai bagian dari program Infinix Gaming Academia. Fasilitas ini dihadirkan untuk mengembangkan bakat siswa di bidang e-sport sekaligus membentuk mental dan sikap positif di dunia digital.
Head of Marketing Infinix Indonesia, Sergio Ticoalu, menjelaskan bahwa keberadaan lab gaming di sekolah ini bukan hanya untuk melatih kemampuan bermain gim, tetapi juga untuk membekali siswa dengan mentalitas dan etika yang sehat. “Skill bisa didapatkan di mana saja, tapi attitude dan mentalitas itu yang ingin kami bentuk. Kami ingin mereka siap ketika nanti masuk dunia e-sport profesional,” katanya.
Lab Gaming ini dilengkapi dengan perangkat pendukung seperti smartphone gaming, kursi dan meja khusus, serta pelatih e-sport yang akan mendampingi siswa selama satu tahun. Kegiatan berlangsung setiap minggu, disertai kompetisi rutin antar-gaming school di berbagai daerah.
Selain melatih keterampilan bermain, program ini mengusung kampanye “Stop Cyberbullying” yang menekankan pentingnya perilaku sehat di dunia maya. Sergio menilai, dunia e-sport rentan terhadap perilaku toxic, seperti taunting dan perundungan daring, sehingga pembekalan karakter perlu dilakukan sejak dini.
Kepala SMA Kristen Petra 2, Elisabeth Dian Pujilestari, menyambut baik program ini karena sejalan dengan konsep pendidikan holistik yang diterapkan sekolah. “Kami ingin anak-anak berkembang tidak hanya secara akademik, tapi juga fisik, emosional, talenta, dan spiritualitasnya. Gaming academia memberi mereka arah dan prioritas yang jelas,” ujarnya.
Program ini menjadi ekstrakurikuler baru di SMA Petra 2 dan diikuti siswa dengan sepengetahuan orang tua. Kegiatan dijadwalkan setiap Rabu sore, menggunakan silabus terstruktur yang disesuaikan dengan kebijakan sekolah.
Elisabeth menilai e-sport memiliki potensi besar di era digital, asalkan dikelola dengan ekosistem yang sehat. “Kalau komunitasnya bagus, anak-anak bisa tumbuh dengan baik dan terhindar dari perilaku negatif seperti bullying,” jelasnya.
Infinix Gaming Academia sebelumnya telah berjalan di Jakarta dan Bandung, dan akan dilanjutkan ke Bali. Program ini juga direncanakan hadir di beberapa daerah lain, bekerja sama dengan sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
