
Kampung Bendera di Jalan Darmokali Surabaya, pedang keluhkan penjualan lesu. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com-Menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah pedagang di kampung bendera, Jalan Darmokali, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, mengeluhkan penjualan bendera Merah Putih yang lesu.
Dari pantauan JawaPos.com, pedagang bendera berjejer di kiri dan kanan jalan. Beberapa dari mereka menyapa pengendara agar mampir ke lapaknya, sementara lainnya sibuk menjahit bendera sembari menunggu pembeli datang.
Salah satu pedagang di Kampung Bendera bernama Wawan Hariyono, 35, mengamini tren penjualan yang menurun. Pria asal Surabaya itu mengaku penjualan bendera Merah Putih dalam dua tahun ke belakang memang sepi.
"Saya jual bendera (Merah Putih) sejak pertengahan Juli. Nah, baru mulai sedikit ramai itu ya dua minggu terakhir ini. Kebanyakan cari umbul-umbul," ujar Wawan kepada JawaPos.com, Kamis (7/8).
Apabila dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya (2023), Wawan menyebut penurunan penjualan tahun ini bisa mencapai 40 persen.
"Dua tahun lalu, sehari saya bisa dapat omzet Rp 5 juta, sekarang paling Rp 2 - 3 juta, itu sudah alhamdulillah, mbak," imbuh Wawan sambil menyapa para pengendara yang melintas di depan lapaknya.
Wawan belum mengetahui pasti penyebab turunnya penjualan bendera. Dia menduga peralihan kebiasaan belanja masyarakat ke online membuat usahanya sepi, sementara Wawan masih mengandalkan penjualan offline.
Selain itu, Wawan juga menyoroti fenomena pengibaran bendera bajak laut dari serial anime One Piece, yang marak terjadi di sejumlah daerah. Lapaknya pun kerap didatangi oleh orang-orang yang mencari bendera fiksi itu.
"Banyak yang cari itu (bendera One Piece), sehari bisa lima orang yang tanya ke saya jual bendera One Piece nggak? Cuma saya nggak jual. Cari aman karena kan kontroversi juga itu ya," tutur Wawan.
Hal senada juga disampaikan pedagang lain, Antonio Rizki, 35. Dia juga mengaku dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, penjualan bendera Merah Putih cenderung menurun.
"Saat ini sih masih stabil ya, tetapi kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya ya menurun, sih. Kira-kira kisaran 70 persen turunnya. Mungkin karena inflasi dan banyak yang mulai belanja online juga," tutur Rizki.
Hingga saat ini, Rizki menyebut produk bendera Merah Putih yang paling banyak dibeli adalah background. Mayoritas dipesan kantor-kantor pemerintah, perusahaan swasta, maupun BUMN.
Terkait fenomena bendera One Piece yang ramai dikibarkan bersama sang saka Merah Putih, Rizki tak menampiknya. Dia juga mengaku didatangi banyak orang terkait ketersediaan bendera tersebut.
"Sehari bisa lebih dari 20 orang yang tanya bendera One Piece ke lapak saya, saya jawab nggak jual. Alasannya nggak ada sih, memang nggak jual saja," kata laki-laki yang sudah berdagang bendera Merah Putih sejak 2010 itu.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
