Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 02.38 WIB

Akui Banyak yang Cari, Pedagang di Kampung Bendera Tak Berani Jual Jolly Roger One Piece

Pedagang di Kampung Bendera Darmokali tidak menjual bendera One Piece meski banyak dicari. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Pedagang di Kampung Bendera Darmokali tidak menjual bendera One Piece meski banyak dicari. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com-Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), diwarnai dengan aksi pengibaran bendera bajak laut dari serial anime One Piece. Fenomena ini menyita perhatian publik.

Tak sedikit masyarakat yang rela merogoh kocek lebih untuk membeli bendera berwarna hitam, dengan gambar tengkorak, dua tulang putih, dan topi jerami, untuk kemudian dikibarkan bersama bendera Merah Putih.

Berdasar penelurusan JawaPos.com di marketplace, bendera One Piece ukuran 60 x 40 cm dijual dengan harga Rp 20 Ribu - Rp 80 Ribu. Sementara harga bendera Merah Putih dengan ukuran harganya berkisar Rp 6 Ribu - Rp 10 Ribu.

Mereka mengibarkan jolly roger milik Monkey D. Luffy cs di mobil, truk, kapal, halaman rumah warga, hingga tiang bendera di ruang publik. Aksi ini terjadi di beberapa daerah, termasuk di Surabaya.

Salah satu pedagang di Kampung Bendera Darmo Kali, Wawan Hariyono, 35, mengaku beberapa hari terakhir, lapaknya didatangi banyak orang yang mencari bendera bajak laut One Piece.

"Banyak orang yang mampir, tanya jual bendera One Piece apa tidak? Saya jawab tidak jual. Itu sehari bisa lebih dari lima orang," ujar Wawan ketika ditemui JawaPos.com di lapaknya, Darmo Kali, Kecamatan Wonokromo, Selasa (5/8).

Mayoritas yang datang mencari bendera One Piece adalah muda-mudi usia 20 tahunan. Kendati banyak dicari, Wawan memutuskan untuk tidak menjual jelly roger kru Topi Jerami.

"Kan pro kontra ya, jadi cari aman saja. Saya nggak jual (bendera One Piece) karena tahu ada risikonya," sahut Wawan ketika ditanya alasan tidak menjual bendera One Piece.

Pedagang lain, Sejinah, 54, juga memiliki tidak menjual bendera One Piece, meski banyak dicari masyarakat. Terlepas dari pro kontra yang terjadi, Sejinah mengaku tak senang dengan logo tengkorak dalam bendera tersebut.

"One kan satu, piece itu damai, masa digambari tengkorak. Ada satu orang yang tanya ke saya, tetapi saya jawab tegas tidak jual. Kita sudah punya bendera tersendiri, kenapa kok harus kibarkan bendera orang lain," tukas Sejinah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore