Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 23.27 WIB

17 Ribu Warga Jawa Timur Dinyatakan Keluar dari Garis Kemiskinan, Mayoritas Dari Wilayah Pedesaan

Ilustrasi permukiman kumuh yang identik dengan kemiskinan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi permukiman kumuh yang identik dengan kemiskinan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 17.940 warga Jawa Timur berhasil keluar dari jerat kemiskinan. itu membuat persentase angka kemiskinan di Jatim juga turun menjadi 9,50 persen.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPS, Jumat (25/7), tingkat kemiskinan di Jatim Turun sebanyak 0,29 persen poin (y-o-y), dari 9,79 persen pada Maret 2024 menjadi 9,50 persen pada Maret 2025.

Kini, jumlah penduduk miskin di Jatim tercatat sebanyak 3.836.520 jiwa. Menanggapi hal itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa penurunan angka kemiskinan ini hasil dari kerja sama berbagai elemen masyarakat.

“Penurunan kemiskinan di Jatim bukan semata angka statistik, tetapi cerminan kerja keras dan kepedulian kolektif demi kesejahteraan merata di seluruh pelosok Jawa Timur,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Senin (28/7).

BPS mencatat penurunan kemiskinan Jatim dari Maret 2024 - Maret 2025 mayoritas terjadi di pedesaan, dengan persentase 0,44 persen poin atau 105.290 jiwa. Sedangkan di perkotaan sebesar 0,12 persen poin atau 1.510 jiwa.

Tak hanya tingkat kemiskinan yang menurun. Disparitas kemiskinan antara desa dan kota juga menunjukkan tren positif, dengan kecenderungan menyempit dari 7,59 persen pada 2019, menjadi 5,86 persen pada 2025.

Meski tipis, penurunan juga terjadi pada Gini Ratio di Jawa Timur, dari 0,373 poin pada September 2024 menjadi 0,369 poin pada Maret 2025. Artinya ada penurunan sebesar 0,004 poin, baik di perkotaan maupun perdesaan.

“(Data BPS) ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin makin mendekati garis ambang kemiskinan, dan ketimpangan antar kelompok miskin semakin menurun," sambungnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa pemprov Jatim terus berupaya untuk mengentaskan kemiskinan. Dana yang dialokasikan untuk bantuan sosial (bansos) pun tak sedikit, yakni sekitar Rp 180,42 miliar pada tahun anggaran 2025.

Dana tersebut dialokasikan untuk substitusi dan penebalan Bansos. Kementerian Sosial juga telah mengalokasikan APBN Rp 12,135 triliun untuk program bansos, dengan jumlah keluarga penerima manfaat sebanyak 3.331.904.

"Saya mengajak seluruh komponen masyarakat Jawa Timur untuk terus bersinergi mempercepat penurunan kemiskinan. pemerintah akan terus mengusahakan program-program berkelanjutan yang efektif," imbuh Khofifah. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore