
Kepala Dishub Jatim, Nyono buka suara mengenai bus Trans Jatim yang tak bisa masuk Terminal Joyoboyo. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim), Nyono akhirnya buka suara perihal Trans Jatim koridor VII yang tak mendapat izin masuk ke Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Surabaya.
Topik ini sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat, terutama pengguna transportasi umum. "Dishub Surabaya masih belum berkenan, bukan ditolak ya," tutur Nyono di Surabaya dikutip dari Antara, Minggu (20/7).
Ia menyatakan tidak masalah jika Trans Jatim belum diizinkan masuk Terminal Joyoboyo. Sebab pemerintah kota/kabupaten memiliki kewenangan pengelolaan transportasi publik di daerah masing-masing.
Dishub Jatim memahami sikap Pemkot Surabaya dan tengah mencari alternatif agar kehadiran Trans Jatim tidak menimbulkan konflik sosial dengan angkutan lain yang sudah lebih dulu beroperasi.
"Kalau kami masuk ke situ (Terminal Joyoboyo), nanti bus kita (Trans Jatim koridor VII) disawati (diganggu). Kita cari koridor yang kosong pelayanannya, sehingga konflik sosialnya kecil," tambahnya.
Pada dasarnya, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya memiliki tujuan sama, yakni membangun transportasi publik untuk melayani masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi antar pemerintah berperan penting.
Harus mengedepankan kolaborasi, bukan kompetisi. “Kita sama-sama pemerintah, melayani masyarakat. Selama masyarakat terlayani dengan baik, tidak ada sekat di antara kita,” seru Nyono.
Sebagai alternatif, Dishub Jatim akan membuka rute baru di Lamongan. Sebab dari Terminal Lamongan ke Paciran, yang terhubung dengan Trans Jatim Koridor 5 masih minim layanan angkutan umum.
"Kami alihkan ke Lamongan, teman-teman sudah survei dan memang tidak ada layanan di sana. Lamongan dengan Lamongan saja tidak bisa, itu trayeknya kabupaten. Saya harus masuk ke Dukun (Gresik)," tukasnya.
Sebagai informasi, Trans Jatim Koridor VII semula akan melayani rute Sidoarjo - Surabaya melalui jalur Krembung, Krian (Sidoarjo), melewati Legundi dan Driyorejo (Gresik), lalu ke Karangpilang (Surabaya) dan masuk ke TIJ.
Namun dengan adanya penolakan dari Pemkot Surabaya, Dinas Perhubungan Jawa Timur berencana mengalihkan rute Trans Jatim Koridor VII ke Lamongan.
Kabar ini telah dibenarkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ia mengatakan bahwa keputusan ini untuk menjaga trayek yang sudah ada, di mana transportasi umum yang masuk Terminal Joyoboyo adalah Suroboyo Bus, Feeder Wira-Wiri, dan Angkot.
"Jadi kita kemarin koordinasikan bahwa kalau kita ini ada tempat Wira-Wiri atau trayek lainnya, maka harus kita jaga betul. Lah kalau langsung masuk Surabaya (Trans Jatim), ini trayek-trayek di Surabaya seperti apa (nasibnya), kan kasihan juga," tutur Eri baru-baru ini. (*)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
