
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi minta orang tua tak gegabah melaporkan guru ke polisi. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Masyarakat belakangan dihebohkan dengan seorang guru Madrasah Diniah di Demak, Jawa Tengah bernama Ahmad Zuhdi, 63 tahun, didenda Rp 25 juta usai menampar salah satu siswanya.
Peristiwa bermula saat Ahmad tengah mengajar pelajaran Fiqih di kelas 5 pada Selasa (30/4). Tiba-tiba, ada segerombolan siswa kelas 6 yang bermain lempar sandal hingga mengenai kepala sang guru dan pecinya terjatuh.
Ahmad pun menghampiri kelas 6 untuk mencari tahu siapa pelempar sandal itu. Nama pun mengerucut pada siswa berinisial D. Karena emosi, sang guru spontan menampar pipi siswa tersebut.
Setelahnya, keluarga siswa D melaporkan Ahmad ke kepala sekolah hingga polisi. Meski sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf, sang guru tetap didenda Rp 25 juta, padahal gajinya hanya Rp 450 ribu setiap empat bulan.
Kasus ini viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Fenomena orang tua melaporkan guru ke polisi bukan pertama kali terjadi. Kondisi ini mencerminkan keprihatinan terhadap nasib tenaga pendidik di Indonesia.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi turut menanggapi maraknya guru dilaporkan ke polisi. Ia menyampaikan keprihatinannya dan meminta para orang tua untuk tidak gegabah dalam mengambil tindakan hukum.
"Jika seorang guru hanya memarahi atau mendisiplinkan anak, jangan buru-buru melapor ke polisi. Sebaiknya, ajaklah guru berbicara untuk memahami akar permasalahannya," tutur Eri di Surabaya, Minggu (20/7).
Menurut Eri, peran guru dan orang tua seharusnya saling melengkapi dalam mendidik anak. Karena itu, komunikasi yang baik dan saling memahami sangat penting untuk dibangun bersama.
Meski begitu, ia tak menampik jika terjadi kekerasan fisik oleh guru, maka pelaporan ke polisi memang dibenarkan. Namun, untuk masalah disiplin atau miskomunikasi, sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
“Baik guru maupun orang tua, marilah kita menjadi teladan yang baik bagi anak-anak, serta hindari tindakan lapor polisi untuk perselisihan ringan. Kunci untuk menciptakan sinergi dalam mendidik adalah komunikasi dan pengertian," tukasnya. (*)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
