Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juli 2025 | 02.10 WIB

Namanya Diteriakkan Kader PDI Perjuangan yang Nyaris Bakar Diri, Wawali Surabaya Armuji Enggan Berkomentar

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (kiri) memilih bungkam ketika namanya disebut Kader PDI Perjuangan, Achmad Hidayat (kanan) dalam aksi percobaan bunuh diri. (Istimewa) - Image

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (kiri) memilih bungkam ketika namanya disebut Kader PDI Perjuangan, Achmad Hidayat (kanan) dalam aksi percobaan bunuh diri. (Istimewa)

JawaPos.com - Politisi senior sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji memilih bungkam, saat namanya diseret kader PDI Perjuangan, Achmad Hidayat, dalam aksi dramatis percobaan bunuh diri.

"Lah lapo, onok-onok ae (ngapain, ada-ada saja), nggak (mau berkomentar mengenai aksi Achmad Hidayat yang menyebut namanya," tutur Armuji singkat kepada awak media, lalu mematikan teleponnya, Minggu (20/7).

Sebelumnya, seorang Kader PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat nyaris melakukan aksi nekat bunuh diri di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Jalan Setail Nomor 8, Darmo, Wonokromo, Surabaya pada Jumat siang (18/7).

Dalam video yang beredar, Achmad terlihat mengenakan seragam PDI Perjuangan, yakni kemeja merah dengan lambang partai, lengkap dengan peci hitam dan pin bergambar sang proklamator.

Ia membawa sebilah keris di tangan kirinya dan memegang botol spirtus di tangan kanan. Achmad kemudian menyiramkan cairan berwarna ungu tersebut ke tubuhnya dan berniat membakar dini.

Beruntung, aksi nekat Achmad berhasil digagalkan oleh Satgas partai dan sejumlah orang di lokasi. Saat diamankan, eks Wakil Sekretaris Bidang Program DPC PDI Perjuangan Surabaya itu memberontak. 

"Jangan takut serang Armuji, ojo wedi mbek Armuji, gak ngarah wani de e (jangan takut sama Armuji, gak bakalan berani dia). Hidup Megawati! Hidup PDI Perjuangan!" ucap Achmad saat ditenangkan satgas.

Bukan cuma sekali-dua kali, Achmad beberapa kali meneriakkan nama orang nomor dua di Surabaya saat ini. Menurutnya, partai bersambung kepala banteng itu sekarang sudah ditunggangi oleh kepentingan segelintir orang.

“De'e wedi dunyoe ilang. Kene nggae nyowo, nggak nggak ngarah wani de'e (Dia takut kekayaan dunianya hilang. Kita ini pakai nyawa, nggak bakalan berani dia)," sambungnya dengan lantang.

Achmad mengingatkan agar seluruh kader PDI Perjuangan tetap setia terhadap ketua umum Megawati Soekarnoputri dan kepentingan partai, bukan malah memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore