Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 01.56 WIB

Tak Sanggup Merawat! 4 Anak di Surabaya Titipkan Ibu Kandung ke Griya Lansia Malang

Lansia asal Surabaya, Fatimah dititipkan 4anak kandung ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang. (Tangkapan layar unggahan Instagram @ariefcamra) - Image

Lansia asal Surabaya, Fatimah dititipkan 4anak kandung ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang. (Tangkapan layar unggahan Instagram @ariefcamra)

JawaPos.com - Nasib pilu dialami seorang lansia asal Surabaya bernama Fatimah. Ia dititipkan anak kandungnya ke panti jompo. Kisahnya viral di media sosial dan memicu simpati dari warganet.

Kisah Fatimah pertama kali dibagikan oleh Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra ke beberapa media sosialnya, termasuk Instagram. Dalam video berdurasi kurang dari 5 menit itu, Arief membagikan proses menjemput Fatimah.

"Dulur jangan sedih, jangan kaget, dan jangan terbawa emosi. Hari ini, Selasa, 15 Juli 2025, ada serah terima ibu secara total ke griya lansia oleh 4 anak kandungnya," ucap Arief, dikutip dari unggahan Instagram @ariefcamra, Kamis (17/7).

Arief menjemput Fatimah ke Pabean Cantian, Surabaya. Di sana, ia bertemu dengan anak kedua Fatimah, bernama Lukman Arif, 39 tahun. Arief kembali menanyakan apakah keputusan anak untuk menitipkan ibunya sudah bulat.

"Dari cerita, sampean (kamu) kan 4 bersaudara, masa tidak ada yang mau meramut (merawat) ibunya," tanya Arief. "Sebenarnya ada, tetapi kondisi saya lagi nggak punya rumah," sahut Lukman.

Arief mengatakan Griya Lansia yang ia kelola sebenarnya khusus untuk merawat lansia sebatang kara atau sudah tak punya keluarga. Namun, mediasi berjalan buntu dan anak Fatimah saling lempar tanggung jawab.  

"Tetapi berhubung 4 anak ini tidak menemukan titik temu, saya siap merawat, dengan catatan serah terima total, sampean (kamu) nggak boleh mengunjungi dan tidak dikabari saat (sang ibu) meninggal," seru Arief.

Lukman pun hanya berdiri dan mengangguk pasrah. Ia menyetujui persyaratan yang diberikan Arief Camra demi sang ibu bisa mendapat perawatan lebih baik. "Setuju," sahutnya.

Arief juga mengingatkan konsekuensi dari serah terima total. Ia menjelaskan bahwa aktivitas di Griya Lansia bersifat terbuka. Dalam artian, Arief membagikan proses penjemputan, merawat, hingga mengubur lansia di media sosial.

"Jadi kalau misal nanti ramai, masnya nggak boleh protes, karena ini tidak ada titik temu, daripada mbahnya (Fatimah) nggak ada yang rawat, deal ya?," tanya Arief. "Deal," sahut Lukman kemudian mereka berjabat tangan. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore