Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 05.37 WIB

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni Desak Dispendik Turunkan Satgas Cegah Bullying saat MPLS

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni soroti praktik bullying yang kerap terjadi saat MPLS. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni soroti praktik bullying yang kerap terjadi saat MPLS. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com-Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh satuan pendidikan Kota Surabaya dimulai pada Senin (14/7). MPLS menjadi sorotan berbagai pihak di kalangan masyarakat.

Tidak terkecuali Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. Dia menyoroti praktik perundungan (bullying) dan kekerasan yang masih kerap terjadi selama MPLS di berbagai jenjang pendidikan.

Fathoni pun meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menurunkan satuan tugas (satgas) ke sekolah-sekolah yang dinilai rawan terjadi bullying pada peserta didik baru.

"Saya berharap Dispendik bisa mencegah terjadinya praktik bullying ketika proses masa pengenalan lingkungan sekolah. Satgas tersebut harus diturunkan di sekolah-sekolah yang dirasa rawan," ujar Fathoni di Surabaya, Senin (14/7).

Pengurus OSIS juga perlu dilibatkan sebagai duta anti bullying selama pelaksanaan MPLS. Fathoni optimistis dengan keterlibatan siswa senior, dapat meredam kekhawatiran orang tua terkait perundungan.

"OSIS harus dilibatkan agar menjadi duta anti-bullying. Jadi para wali murid yang menitipkan anaknya sebagai peserta didik baru tidak merasa resah terkait potensi tindakan bullying oleh kakak kelas," tambah Arif Fathoni.

Politikus Partai Golkar tersebut mendorong Dispendik Kota Surabaya untuk menerbitkan surat edaran terkait meningkatkan pengawasan terhadap potensi perundungan selama MPLS.

"Khususnya jenjang SMP. Saya khawatir jika tidak ada surat edaran dan praktik bullying tetap terjadi, ini akan mencederai predikat Kota Surabaya sebagai Kota Layak Anak," seru Fathoni.

MPLS Kota Surabaya akan dilaksanakan selama lima hari dalam sepekan, yakni dibuka mulai Senin (14/7) dan ditutup pada Jumat (18/7).

Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, tema MPLS tahun ini Sekolahku, Rumahku, Guruku, Orang Tuaku, dengan harapan menciptakan suasana pengenalan ramah, aman, dan nyaman.

"Alhamdulillah, mulai pagi saya sudah keliling di SD, SMP itu. mudah-mudahan (MPLS) berjalan dengan lancar. Mohon doa orang tua, serta semua warga Kota Surabaya," tukas Yusuf Masruh. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore