Dispendik Surabaya menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua agar penerapan jam malam anak optimal. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memberikan perhatian serius, terhadap kebijakan pembatasan jam malam bagi anak di bawah usia 18 tahun, sesuai SE Nomor 400.2.4/12681/436.7.8/2025.
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh menekankan bahwa penerapan jam malam anak diperlukan sinergitas berbagai pihak. Terutama peran orang tua dan sekolah yang bersinggungan langsung dengan anak.
"Kebijakan ini penting, dan pendidikan ini tanggung jawab bersama. Kami berharap adanya pemantauan bersama antara keluarga dan sekolah untuk mendukung pendidikan anak," tutur Yusuf di Surabaya, Minggu (13/7).
Menurut Yusuf, aturan jam malam di Surabaya selaras dengan program Tujuh Praktik Baik untuk Anak Indonesia Hebat. Terutama pada poin ketujuh, tidur cepat. Aturan jam malam dapat membiasakan anak untuk tidur lebih awal.
Yusuf lantas menyoroti pentingnya konsistensi membangun karakter anak. Menurutnya, nilai tanggung jawab, kebersihan, dan ibadah yang diajarkan di sekolah perlu diterapkan dalam lingkungan keluarga dan rumah.
“Manajemen sekolah dan kelas harus bersinergi dengan manajemen keluarga. Pola asuh yang teratur harus disinkronkan antara sekolah, orang tua, dan lingkungan RT/RW, sehingga kegiatan anak tetap positif;" imbuhnya.
Yusuf mendorong anak-anak Karang Taruna untuk aktif mengembangkan talenta anak-anak muda di sekitarnya. Balai RW pun bisa dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan anak yang positif.
"Kami ingin lingkungan (sosial dan keluarga) dapat bersinergi dengan program sekolah yang telah dirancang. Terlebih untuk membangun karakter agama anak, di samping kemampuan akademik dan non akademiknya," terang Yusuf.
Alih-alih nongkrong di warung kopi, Dispendik Surabaya mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan positif di Balai RW, seperti "Sinau Bareng" (belajar bersama) dan "Ngaji Bareng" (mengaji bersama).
Dalam kesempatan yang sama, Yusuf menuturkan bahwa menjelang tahun ajaran baru, Dispendik Surabaya akan menggelar pertemuan dengan orang tua untuk menyampaikan program sekolah dan jadwal aktivitas anak.
"Kami berharap semua pihak, baik orang tua maupun lingkungan memahami bahwa anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Edukasi memang pahit di awal, tetapi manis di masa depan,” tukas Yusuf.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
