Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Juni 2025 | 21.10 WIB

Tertunduk Lesu, 3 Jupang yang Keroyok Anggota TNI AL di Terminal Arjosari Ditangkap

Tiga pelaku yang mengeroyok anggota TNI AL hingga babak belur di Terminal Arjosari Malang. (Tangkapan layar unggahan video instagram @mlg24jam) - Image

Tiga pelaku yang mengeroyok anggota TNI AL hingga babak belur di Terminal Arjosari Malang. (Tangkapan layar unggahan video instagram @mlg24jam)

JawaPos.com - Tiga orang pelaku yang mengeroyok seorang perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang, Kamis malam (26/6) telah diamankan pihak kepolisian, tidak lama setelah insiden tersebut viral di media sosial.

Tiga pelaku yang diamankan yakni Ahmad Maulana, 31 tahun; Roni Sejati, 25 tahun; dan Nurul Hudi, 29. Ketiganya adalah warga Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, korbannya adalah anggota Polisi Militer Lantamal V Surabaya, Letda Laut (PM) Abu Yamin. Sementara pelaku adalah juru panggil penumpang (jupang) di Terminal Arjosari.

Dari video yang beredar luas di media sosial, seorang perekam menanyai masing-masing nama dari tiga pelaku yang diamankan. Bercak darah akibat insiden pengeroyokan, terlihat di pakaian yang dikenakan pelaku. 

Mereka tidak lagi garang. Ketiga pelaku pasrah dan menjawab pertanyaan perekam video terkait nama dan peran saat insiden. Tidak ada perlawanan, namun, pelaku menjawab dengan nada lirih dan kepala sedikit tertunduk. 

Penangkapan tiga pelaku pengeroyokan dikonfirmasi oleh Kepala Terminal Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati. Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan prajurit TNI Angkatan Laut aktif.  

"Informasi terakhir, tiga orang (jupang) yang diduga terlibat pengeroyokan sudah berhasil diamankan dan akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut," tutur Mega di Malang, Sabtu (28/6).

Mega mengatakan bahwa insiden terjadi di shelter keberangkatan bus tujuan Surabaya sekitar pukul 18.37 WIB. Korban dikeroyok hingga babak belur oleh sekitar lima sampai enam orang jupang.

"Saya saat itu di tengah terminal, lalu terdengar keributan. Saat saya dekati, korban sudah berlumuran darah di bagian kepala, tetapi masih sadar. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Saiful Anwar. Kondisinya korban luka parah di wajah, kepala, dan matanya bengkak," imbuhnya.

Sebelumnya, video amatir warganet tentang aksi pengeroyokan jupang kepada seorang prajurit TNI AL, beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Dari penuturan anak korban yang yang dibagikan oleh akun Instagram @malangrya_info, dikutip Sabtu (28/6), korban baru pulang dinas dari Surabaya karena bertepatan dengan libur panjang. 

"Nah pas itu (sampai di Terminal Arjosari) ada jupang) malak (sopir) bus. (Ayah saya) cuma nasehati jangan malak kan (supir) bus juga kerja cari duit. Si jupang ini nggak terima dan dia bawa teman-temannya," tutur anak korban.

JawaPos.com berusaha menghubungi Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, untuk mengonfirmasi penangkapan pelaku. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore