
Bank Suroboyo programkan bantuan bagi UMKM untuk melunasi pinjaman online maupun utang di rentenir. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pinjaman online (pinjol) dan rentenir sudah memakan banyak korban, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah.
Iming-iming pencairan cepat dan syarat mudah, justru membuat orang terjebak dengan utang berbunga tinggi.
Korbannya pun bermacam latar belakang, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fenomena ini juga terjadi di Surabaya dan menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya.
Karena itu, Pemkot Surabaya melalui Bank Perekonomian Rakyat Surya Artha Utama (BPR SAU) membuat program untuk membantu UMKM agar terlepas dari jeratan pinjol dan rentenir.
"Banyak dari pelaku UMKM yang terjerat rentenir. Kami dekati, gali informasi, dan bantu melunasi pinjaman rentenir mereka," terang Direktur Utama BPR SAU, Renny Wulandari di Surabaya, dikutip Kamis (26/6).
Menurut dia, banyak pelaku UMKM mikro belum terbiasa dengan layanan perbankan dan kerap kesulitan mengakses pinjaman di bank umum, karena tidak memenuhi syarat administratif yang ditentukan.
"Di sini peran BPR SAU hadir di Kota Surabaya untuk membantu UMKM. Produk unggulan kami yang paling meringankan UMKM adalah Pinjaman UMKM Pasti Tangguh (Puspita),” lanjutnya.
Pinjaman Puspita, ujar Renny diluncurkan sejak tahun 2019 saat pandemi Covid-19 dengan tujuan membantu UMKM bangkit kembali. Bunga pinjaman yang ditawarkan sangat ringan, hanya 3% per tahun, atau setara 0,25% per bulan.
Produk khusus ini diprioritaskan untuk pelaku UMKM mikro dengan omzet sekitar Rp 10 juta per bulan, seperti pedagang kaki lima atau usaha rumahan.
Selain Puspita, BPR SAU juga memiliki produk lain seperti Kredit UMKM Surabaya (Kumis) untuk UMKM dengan omset lebih besar.
Renny Wulandari mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih bank untuk permodalan, melihat maraknya pinjol yang bisa diakses dengan mudah.
“Jangan keburu percaya dengan iming-iming yang belum jelas. Pastikan banknya itu benar dan legal," imbuh Direktur Bank Suroboyo tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
