Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 05.38 WIB

Polda Jatim Kerahkan 21.501 Personel Amankan Suran Agung 2025 di Madiun, Ini Aturannya

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Juliana Christy / JawaPos.com) - Image

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Juliana Christy / JawaPos.com)

JawaPos.com – Polda Jawa Timur menurunkan kekuatan penuh untuk mengamankan peringatan Suran Agung 2025 yang akan digelar di Madiun. Sebanyak 21.501 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi pemerintah daerah disiagakan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, ribuan personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk jalur masuk dan keluar Madiun. Jumlah ini bahkan bisa bertambah jika tingkat kerawanan meningkat.

"Jika situasi menunjukkan potensi gangguan yang lebih tinggi, kami akan tambah kekuatan dan melakukan penyesuaian di lapangan," tegas Kombes Abast di Gedung Humas Polda Jatim, Selasa (24/6).

Suran Agung merupakan tradisi tahunan yang melibatkan dua perguruan pencak silat besar, yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW). Ribuan anggota dari berbagai daerah seperti Madiun, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi diperkirakan akan hadir dalam acara tersebut.

Kombes Abast menyebut, agenda kegiatan sudah melalui proses harmonisasi dengan panitia dan tokoh masing-masing perguruan. Namun, jika ada agenda tambahan yang dinilai berisiko menimbulkan kericuhan, maka akan langsung dikoordinasikan untuk dievaluasi atau dibatalkan.

“Semua demi menghindari gesekan yang tidak perlu. Komunikasi dengan ketua umum dan ketua panitia terus kami bangun,” ujarnya.

Ini Aturannya
Polda Jatim juga menetapkan sejumlah aturan ketat yang wajib dipatuhi peserta maupun masyarakat umum. Salah satu poin penting adalah larangan datang secara konvoi menggunakan sepeda motor, khususnya yang memakai knalpot bising.

“Penggunaan mobil bak terbuka juga kami larang. Ini demi keselamatan para peserta sendiri karena kendaraan seperti itu sangat rawan saat terjadi konflik,” tambahnya.

Sebagai alternatif, polisi mengimbau peserta menggunakan bus atau mobil tertutup yang lebih aman dan tidak mencolok.

Penyekatan juga akan diberlakukan di sejumlah titik masuk menuju Kota Madiun. Setiap kendaraan dan rombongan akan diperiksa. Peserta yang tidak memiliki kepentingan resmi dari panitia diminta untuk kembali.

“Jika tidak terdaftar atau datang tanpa mandat resmi, akan kami pulangkan. Begitu juga dengan pelanggaran lalu lintas, akan langsung kami tindak tegas dengan sanksi tilang,” ucap Abast.

Sebagai bentuk pengamanan tambahan, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto telah membentuk Satgas Sentot Prawirodirjo. Satuan tugas ini melibatkan unsur dari berbagai perguruan silat dan akan membantu menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.

"Kami berharap seluruh peserta bisa menjaga diri, mentaati aturan, dan menjaga nama baik perguruan masing-masing," tandas Kombes Abast.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore